Showing posts with label Book. Show all posts
Showing posts with label Book. Show all posts

Saturday, August 27, 2011

First Love Forever Love

Jika saat itu aku punya keberanian, cinta kita pasti tak akan berakhir seperti ini.
Jika saat itu kamu gigih, kisah kitapasti tak akan menjadi begini.

Cinta pertama telah menorehkan luka di hatiku. Menyisakan malam-malam penuh derai air mata, mengingatkanku selalu kepadamu, pada cinta kita ...

Kita sering tak mengerti apakah yang dinamakan cinta. Dulu aku selalu berpikir cinta bisa melampaui segalanya. Saat itu aku tak tahu bahwa ternyata ada kekuatan lain yang disebut takdir ... Kita tak bisa melakukan apa pun untuk mengubahnya dan hanya bisa menerimanya.






Ini bukan novel cinta pertama yang aku baca. Dan dari ratusan yang aku baca, novel ini adalah novel pertama yang benar-benar terukir sangat jelas di benakku. Cerita cinta, bukan cerita cinta ingusan yang sering ada di novel-novel remaja, dengan alur yang dengan mudah dapat kita ketahui jauh sebelum novel itu selesai. Cerita cinta yang begitu dalam, tapi tak tampak membual ataupun penuh imajinasi yang dangkal tentang cinta. Terlalu nyata, menyakitkan, penuh pengorbanan, sow me what the true love is.

Wednesday, July 28, 2010

My Father

Mama dan papaku telah berada di dalam mobil, aku dan kokoku mengantar mereka di teras rumah. Ketika kudengar keponakanku menangis, aku berlari kedalam, dan kokoku mengikutiku. Setelah melihat kakak iparku sudah di kamar, aku kembli keluar, dan kulihat papaku memanggil adiknya unuk datang dan mamaku yang berteriak sambil memukul punggung papaku. Aku bingung. Mencoba mencerna semua yang ada di depanku. Kemudian aku berlari ke mobil, membuka pintu dan membantu mamaku untuk memukuli punggung papaku.

Yah, sekali lagi papaku tak bisa bernapas. Tersumbat dan sesak. Sekali lagi mama, koko, aku, kami menangis karena ketakutan, ketakutan yang sangat besar, ketakutan akan kehilangan papaku. Dan aku bersyukur karena sekali lagi papaku masih tetap bisa menghirup udara, mendengar suara dan melihat kami.

Tuesday, August 25, 2009

Burung Berwarna Biru

Suatu hari, seekor burung berwarna biru tiba-tiba masuk ke kamar Anda melalui jendela dan terperangkap di dalam. Ada sesuatu pada burung tersesat ini yang menarik. Anda memutuskan untuk memeliharanya. Tapi, Anda terkejut karena esoknya burung berubah warna, dari biru menjadi kuning! Burung berubah warna lagi dalam waktu semalam - di pagi hari di hari ketiga berubah menjadi merah terang, dan di hari ke empat berubah menjadi hitam. Warna apa burung akan berubah ketika Anda bangun di hari ke lima?

1. Burung tidak berubah warna, tetap hitam
2. Burung berubah warna kembali menjadi warna biru
3. Burung berubah menjadi warna putih
4. Burung berubah menjadi warna emas





(Jawab dulu baru lihat penjelasannya yah ... Kalo lihat penjelasan dulu, kamu bakal gagal mengetahui sirimu yang sebenarnya ...)



















PENJELASAN

Burung yang masuk ke kamar nampak seperti simbol nasib baik, tapi tiba-tiba berubah warna, membuat kuatir kebahagian Anda tidak bertahan lama. Reaksi terhadap situasi ini menunjukkan bagaimana Anda merespon kesulitan dan ketidakpastian dalam kehidupan nyata.


1. Mereka yang mengatakan burung tetap hitam memiliki pandangan pesimis.
Apakah Anda percaya bahwa sekali situasi menjadi buruk, maka tidak akan kembali normal? Mungkin Anda harus mencoba berpikir, "Jika situasi sudah sangat buruk, maka tidak akan berubah menjadi lebih buruk. Ingatlah, tidak ada hujan yang tidak berhenti. Tidak ada malam yang selalu gelap di mana tidak akan muncul fajar."

2. Mereka yang berkata bahwa burung berubah biru kembali adalah orang yang optimis.
Anda percaya bahwa hidup adalah campuran antara baik dan buruk. Tidak ada gunanya melawan kenyataan. Anda menerima kemalangan dengan tenang dan membiarkan segala sesuatunya berjalan sesuai jalur tanpa stress atau kuatir. harapan ini membuat Anda menjalani gelombang kemalangan tanpa terhanyut di dalamnya.

3. Mereka yang berkata burung berubah warna menjadi putih adalah orang tenang dan tegas di bawah tekanan.
Anda tidak perlu menghabiskan waktu hanya untuk resah dan tidak mengambil keputusan ketika krisis timbul. Jika situasi memburuk, anda merasa lebih baik membuang kekalahan dan mencari cara baru mencapai sasaran daripada berhenti dalam kesedihan yang tidak perlu. Pendekatan proaktif ini berarti segala sesuatu secara alami berjalan sesuai keinginan.

4. Mereka yang berkata burung berubah warna menjadi emas dapat digambarkan sebagai orang yang tidak memiliki rasa takut.
Anda tidak mengenal tekanan. bagi Anda, setiap krisis adalah sebuah kesempatan. Anda dapat dibandingkan dengan Napoleon, yang berkata "... mustahil: kataitu bukanlah bahasa Perancis" tapi berhati-hatilah untuk tidak membiarkan kepercayaan diri yang tidak terbatas mengalahkan Anda. Ada batas yang tipis antara tidak memiliki rasa takut dan membabi buta. (Kokology - Tadahiko Nagao & Isamu Saito)

Saturday, August 08, 2009

Cerita Dalam Kehidupan (part 2)

Kembalikan Keranjang Itu

Suatu kali ada sepasang suami istri yang hidup serumah dengan ayah sang suami. Orang tua ini sangat merepotkan karena berperangai buruk dan tak henti-hentinya mengeluh. Akhirnya pasangan tersebut memutuskan untuk mengenyahkannya. Sang suami memasukkan ayahnya ke dalam keranjang yang dipanggul di bahunya. Ketika ia sedang bersiap-siap meninggalkan rumah, anak laki-lakinya yang baru berusia delapan tahun muncul dan bertanya, "Ayah, kakek mau dibawa kemana? " Sang ayah menjawab bahwa ia bermaksud membawa kakek ke gunung agar ia bisa belajar hidup sendiri. Anak itu terdiam menyaksikan ayahnya berlalu, tiba-tiba ia berteriak, "Ayah, jangan lupa membawa pulang keranjangnya."

Ayahnya merasa aneh, sehingga ia berhenti dan bertanya, "Mengapa?" Anak itu menjawab, "Aku memerlukannya untuk membawa ayah nanti kalau ayah sudah tua." Orang itu segera membawa kembali ayahnya dan sejak itu mereka merawat orang tua itu dengan penuh perhatian dan memenuhi semua kebutuhannya.





Anda Membawa Sial Padaku

Kalidasa adalah penyair Sansekerta termasyur yang hidup di India pada abad ketiga Masehi. Sebagai anak kecil, ia tinggal bersama ibunya dalam sebuah gubuk yang berhadapan dengan istana raja. Di balik tembok istana banyak terdapat pohon mangga yang tumbuh lebat. Pada musimnya, buah-buah mangga yang harum berlimpah ruah. Jika tak ada orang sekitar, Kalidasa akan memanjat tembok dan mengambil beberapa mangga.

Suatu hari ketika sedang mencuri mangga, Kalidasa tidak menyadari kehadiran raja yang melihatnya dari jendela istana. Pagi itu ketika sedang mengupas mangga, sang raja secara tidak sengaja melukai tangannya sendiri. Karena luka itu mengeluarkan banyak darah, raja segera mengumpulkan semua penasihat dan tukang ramalnya untuk mengungkapkan padanya apa makna luka itu. Para penasihat kerajaan itu berpikir sejenak, kemudian mereka bertanya apakah raja melihat sesuatu yang tidak biasa hari itu. Sang raja menjawab bahwa ia melihat seorang anak kecil mencuri mangga dari kebun istana. "Oh, Apa yang Paduka lihat sungguh tidak baik. Anak itu membawa malapetaka bagi Paduka." kata para penasihat itu. "Lebih baik Paduka menyingkirkan anak itu."

Raja segera memerintahkan agar anak kecil itu dibawa ke hadapannya. Dengan gemetar Kalidasa bersujud di hadapan raja. Ia diberi tahu bahwa raja telah melihatnya mencuri mangga dan ini akan membawa kesialan bagi raja. Ia ditanya apakah ada pesan terakhir sebelum dieksekusi.

"Hamba menyesal telah membawa nasib buruk bagi Paduka," kata Kalidasa, "tapi akan adil juga jika orang yang melihat hamba mencuri mangga tadi pagi ikut dihukum karena dia pun membawa nasib buruk bagi saya." Jawaban ini mengejutkan Sang raja karena ia segera menyadari betapa bodoh tindakannya mengikuti anjuran para tukang ramal yang menyebut diri mereka orang bijaksana. Terkesan dengan Kalidasa, raja mengangkatnya sebagai anak. Di dalam istana Kalidasa belajar kesusastraan dan akhirnya menjadi penyair yang termasyhur di India. Dia menulis drama Shakuntala yang masih dimainkan sampai saat ini.





Berhati-hatilah Terhadap Si Licik

Seseorang melihat seekor macan terjebak dalam perangkap. Sang macan memohon agar orang itu membebaskannya, tapi orang itu berkata, "Tidak, engkau akan memakanku kalau kau kubebaskan." Namun macan itu terus memohon, mengiba-iba, dan berjanji bahwa ia bukan hanya tidak akan mengganggunya, bahkan akan menjadi pelindungnya. Orang bodoh itu percaya pada omongan macan dan membebaskannya. Tak perlu diceritakan, macan yang tak tahu berterima kasih itu menerkamnya. Orang itu berteriak ketakutan dan suaranya menarik perhatian seekor rubah.

Orang itu menceritakan kepada rubah bagaimana ia telah membebaskan macan dari jala perangkap. Tapi macan itu berkilah bahwa orang itu tidak benar-benar berniat membebaskannya. Ketika mereka berselisih seperti itu, rubah berkata, "Tunggu, saya sungguh bingung. Jika kalian ingin aku menyelesaikan masalah ini, aku harus tahu awalnya bagaimana. Sekarang, coba di mana macan berada ketika engkau datang?" Orang itu mulai menjelaskan tapi rubah berkata, "Aku masih belum mengerti, tunjukkan padaku bagaimana macan terperangkap." Macan bodoh itu kembali masuk ke dalam jala. Setelah yakin binatang buas itu sudah terperangkap kembali, si rubah menoleh kepada orang itu dan berkata, "Pergilah sekarang, berhati-hatilah terhadap makhluk licik yang membuat janji yang tak pernah ditepati."

Thursday, August 06, 2009

Cerita Dalam Kehidupan

Anda Boleh Menginjak Kaki Saya

Ketika sedang berjalan di dalam gerbong sebuah kereta api, seorang anak muda tak sengaja menginjak kaki seorang penumpang. Meskipun sudah meminta maaf, anak muda ini tetap saja dimaki-maki.
"Pak," kata anak muda itu, "tak bisakah Bapak menerima kejadian yang tidak disengaja ini?" Jika Bapak masih belum puas, Bapak boleh menginjak kaki saya kalau Bapak mau."
Kata-kata ini menyadarkan penumpang itu. Ia merasa malu dan langsung berhenti memaki.




Kecantikanku dan Kecerdasanmu

George Bernard Shaw suatu kali didekati seorang aktris muda jelita yang berbisik di telinganya, "Apakah tidak hebat jika kita menikah dan memiliki anak dengan kecantikanku dan otakmu?"
George Bernard Shaw yang tidak tampan menjawab, "Sungguh menarik. Tapi apa jadinya jika anak itu mewarisi tampangku dan otakmu?




Kita Tidak Bisa Menyenangkan Semua Orang

Suatu hari seorang laki-laki beserta anaknya membawa seekor keledai ke pasar. Di tengah jalan, beberapa orang melihat mereka dan mencemooh, "Lihat tuh orang dungu, mengapa tak mereka naiki saja keledainya?"

Laki-laki tersebut mendengar cemooh itu dan meminta anaknya menaiki keledai, sementara ia berjalan di sampingnya. Seorang perempuan tua melihat mereka dan berkata, "Sudah terbalik dunia ini! Sungguh anak tak tahu diri! Ia enak-enak saja duduk di atas keledai sedangkan ayahnya yang tua di biarkan berjalan."

Jadi kali ini, anak itu turun dari punggung keledai dan ayahnya yang naik. Beberapa saat kemudian mereka berpapasan dengan seorang gadis muda, "Mengapa kalian tak menaiki kuda ini bersama-sama?"

Mereka menuruti nasihat gadis muda itu dan bersama-sama menunggangi keledai mereka. Tak lama kemudian sekelompok orang lewat berkata, "Binatang malang. Ia harus menanggung beban dua orang gendut tak berguna itu! Kadang-kadang orang memang bisa kejam!"

Sampai disini, ayah dan anak itu menjadi muak. Mereka memutuskan untuk memanggul keledai itu untuk membungkam mulut semua orang. Kejadian ini membuat orang tertawa terpingkal-pingkal dan menyoraki, "Lihat! Manusia keledai memanggul keledai!"

Tentu saja sang keledai tak sudi diperlakukan seperti itu. Ketika berada di tepi sungai, ia meronta membebaskan diri. Akhirnya, laki-laki itu, anaknya, dan keledai semua terjebur ke dalam sungai.

Jika Anda berusaha menyenangkan semua orang, pada akhirnya Anda tak akan menyenangkan siapa pun dan hanya mendapatkan kesulitan.






Diambil dari buku Be Happy. Aku menuliskan ini di blogku karena menurutKu cerita-cerita di atas bagus dan memberi suatu gambaran baru dalam pemikiran. Semoga cerita ini dapat merubah sudut pandang dan cara berpikir yang salah.

Tuesday, August 04, 2009

Be Happy ... ^^

Ada orang yang seperti aksara terukir di atas karang, mereka cepat jadi marah dan menyimpan kemarahan itu dalam hati untuk waktu yang lama. Ada yang seperti goresan surat di atas pasir, mereka marah juga, namun kemarahan itu cepat berlalu. Orang yang lain seperti huruf yang ditulis di permukaan air, tidak menyisakan goresan apa pun. Tapi orang yang sempurna seperti surat di tulis di angin, mereka membiarkan hal" yang menyakiti dan menghina tak teracuhkan, pikiran mereka senantiasa murni ...


Kita semestinya menghitung kelebihan kita daripada kekurangan kita. IngatLah ungkapan:
- Aku mengeluh tak punya sepatu hingga suatu hari bertemu dengan orang yang tak punya kaki -


Kegelapan tidak dapat diatasi dengan kegelapan, melainkan dengan terang. Demikian juga, kebencian tak dapat dikalahkan dengan kebencian, tetapi dengan cinta kasih.


Kehidupan terlihat seperti pintalan benang.
Seperempat abad, mereka berjuang untuk mendapatkan pekerjaan ...
Seperempat lagi mereka berjuang di belantara kegetiran mengumpulkan harta dan kekayaan, dan
Seperempat berikutnya mereka menuju kematian tanpa tahu sama sekali untuk apa sebenarnya mereka hidup.


Kebencian merintangi, kasih membebaskan
Kebencian mencekik, kasih melapangkan
Kebencian membawa kegetiran, kasih membawa damai
Kebencian menghasut, kasih meneduhkan dan melegakan
Kebencian memecah belah, kasih menyatukan
Kebencian membawa kekerasan, kasih melembutkan
Kebencian menjatuhkan, kasih menolong ...


Hukum dasar pikiran ...
Apa yang dilihat - itu yang dirasakan
Apa yang dirasakan - itu yang dipikirkan
Apa yang dipikirkan - itu yang diinginkan
Apa yang diinginkan - itu yang dilakukan

Monday, December 15, 2008

Kasih Ibu

Pada suatu hari, seorang pastor yang sedang berkeliling mengunjungI umatNya, mampir ke rumah” keluarga petani. Ia terkesan oleh kepandaiAn dan sikap ramah dari seorang bocah, anak tunggal dalam keluarga itu, yang baru berusia empat tahun.

Pastor itu akhirNya dapat menemukan suatu alasan mengapa bocah itu bersikap begitu baik dan manis.

Saat itu ibuNya sedang berada di dapur, sedang mencuci bagian” lemari es yang paling sulit ketika putraNya itu datang kepadaNya dengan membawa sebuah majalah.

“Mami, apa yang sedang dilakuKan orang dalam foto ini?” tanyaNya

Sang ibu segera mengeringKan tanganNya, duduk di kursi, memangku anak itu, dan mengahabisKan waktu selama sepuluh menit menjawab pertanyaAn” putraNya.

Setelah anak itu puas dan keluar rumah untuk bermaindi halaman, sang pastor mengomentarI perlakuAn dan sikapNya yg istimewa thd putraNya itu.

“KebanyakAn kaum ibu tidak mau di ganggu spt itu,” kata sang pastor.

“Pastor, saya masih dapat membersihKan lemari es itu selama hidup saya, tetapi tidak pernah lagi putra saya akan menanyaKan pertanyaAn itu kpd saya …” (Harold Stoddard)

Diambil dari buku Segelas Susu

Tuesday, November 11, 2008

Kalo kamu gagal ...

Kalo kamu gagal melakukan sesuatu,
Jgn pernah berpikir tentang keGagalAn itu ...

Tapi berpikirLah ...
~ Suatu saat nanti Q pasti berhasil ~
Maka keinginAn itu akan terwujud ... ^^

Kalo kamu berpikir ...
~ Apa yang Q lakukan selalu saja salah dan selalu saja gagal ... ~
Maka, hal itu akan terjadi sesuai apa yang km pikirKan dan km kataKan ...

Ok, ada buku yang menjelasKan hal itu padaQ ...
Setelah Nyu memberi tahuKu dengan tindakAnNya yg sedikit xxx
(bayangKan seorang tmnMu dengan indahNya berkata sesuatu yg baik scra berlebihAn ...)
Tapi sebenarNya, Q tau ttg hal ini sblmNya,
Kalo km berpikirAn sesuatu akan gagal,
Hal itu membuat otakMu tidak bekerja secara maksimal,
karena pikirAn" jelek itu menguasai otakMu ...
So, selalu berpikirLah yang terbaik,
dan kamu akan mendapatKan yang terbaik pula ...


Oya, Q saranIn baca buku Secret ...
Itu isa bantu kamu berpikirAn positif ... ^^
Ini buku, Q jg blm mari baca seh ...
Kata"E sedikit tingkat tinggi ...
hehehe ...

Dia, Tanpa Aku ...

Yeah ...
Mereka yang sudah meninggal ...
Tak benar" pergi dan meninggalKan kita ...
Dan itu memang benar ...

Siapa pun ...
Nda akan benar" meninggalKan orang" yang dicintai dan disayangI ...
Ia pasti tetap menjaga dan melindungI orang" yang dicintaI ...
Mungkin ada yang mengAnggap ini impossible ...

Kalo kita berpikir dengan cara pandang ilmu pengetahuAn, selamaNya itu memang adalah sesuatu yang tidak masuk akal ...
Tapi, naluriKu berkata hal itu benar" terjadi ...
Hanya saja, jarang ada yang menunjukKan keberadaAn mereka secara langsung ...
(kalo km org yang peka, km pasti bisa merasaKan kehadirAn hal" lain ... ^^
tapi, Q nda termasuk seh, kataE org" xg penakut nda akan isa lia hal" ane ...
Ya, krn dasarE penakut soalE ... Jd yah di kasi dispensasi gitu la ... ^^)

Tapi, Q merasa novel" remaja sekarang banyak yg ceritaE ada xg meninggal" ...
--' ... Q baca 2 novel berturut", 2 2e ada xg meninggal ... --' ...
Sebelum ini, baca novel
8 ... 9 ... 10 ... Udah belum?
Itu ya ada xg meninggal ...
SebelumE, dealova itu ya ada xg meninggal ...
Kmrn mlm, wktu baca ae pikirAnQ wez ane" gara" kebetulAn xg rada --' ini ...

Wednesday, October 22, 2008

Tentang Cinta

Kata" xg Q ambil dari buku Teen Love by Kimberly Kimberger
Kalau kamu jatuh cinta pada seseorang yang tidak mencintaiMu,
BersikapLah baik kepada diriMu,
Tak ada yang salah dengan diriMu ...
Cinta hanya tidak memilih untuk hinggap di hati orang yang kamu cintaI ...
Itu saja ...

Kalau seseorang jatuh cinta kepadaMu,
dan kamu tidak mencintaiNya,
TersanjungLah bahwa cinta datang mengetuk di pintuMu ...
Tetapi tolakLah dengan lembut
anugerah yang tidak dapat kau balas itu ...
Jangan mencari kesempatan,
Jangan timbulKan kepedihan ...
CaraMu memperlakuKan cinta
Akan menentuKan cara cinta memperlakuKanMu ...

Kalau kamu jatuh cinta pada seseorang
Dan orang itu jatuh cinta juga kepadaMu,
Lalu cinta memilih untuk berlalu,
jangan mencoba meraihNya kembali ...
Ataupun menilai siapa yang salah ...
BiarKanLah berlalu ...
Pasti ada alasanNya dan ada maknaNya ...
Kamu akan tahu pada waktuNya,
tapi biarLah waktu sendiri yang memilih saatNya ...

Buku bacaan

Ehm ...
Q paling seneng baca buku ...
Buku xg paling banyak tak baca xg berhubungan mbe psikologi ...
menurutQ buku" itu menarik ...
SoalE, kebanyakAn cerita nyata ...

Buku" ini jauh lebih bermanfaat daripada novel ...
Kalau novel, itu hanyaLah sebuah imajinasi dan khayalan saja ...

Dari buku" itu Q belajar banyak tipe orang ...
Dari banyakNya Q baca buku" itu,
Q mulai bisa menempatKan diriKu pada banyak posisi ...

Misal :
Ketika sedang bertengkar dengan sahabat atau orang tua,
dulu, Q selalu merasa, apa yang salah dengan diriKu,
Mengapa semua terasa tidak adil ...
Tetapi sekarang,
pikiranQ telah terlatih dan terbiasa untuk menempatKan diri sebagai orang lain ...
Q mulai bisa berpikir,
Mungkin mereka sedang capek atau bad mood sehingga bersikap demikian ...

Entah sejak kapan,
Q mulai menyadarI betapa indahNya kehidupAn (Hehehe ...)
Kamu juga bisa menjadi sepertiQ bila kamu mau ...
Kamu akan bisa melihat semua dalam keadaAn positif ...
Kamu akan melihat betapa cantikNya seorang wanita ketika sedang tertawa,
betapa perhatiaAnNya orang tua kepadaMu ...
Betapa beruntungNya kita masih dapat bertemu dengan orang" xg sebenarNya tidak menyukaI kita atau tidak kita sukaI ...
Q harap kamu bisa merasaKan apa yang Q rasaKan ini ... ^^