Showing posts with label Stand Up. Show all posts
Showing posts with label Stand Up. Show all posts

Monday, August 02, 2010

Choice


Aku tak pernah menyangka akan mendapatkan masalah yang, yah, benar-benar butuh waktu yang cukup lama untuk mencari solusinya. Selama ini, semuanya benar-benar mudah untuk diselesaikan, aku hanya perlu membalas dan menjelaskan semua, dan antara aku dan orang itu akan terdapat suatu kesamaan, dan kami saling mengakui kesalahan kami, dan semua selesai dan kami kembali baik-baik saja ...

Tapi, kali ini, sepertinya sebuah masalah baru yang harus aku hadapi untuk bisa menjadi manusia yang lebih dewasa dan bijak menghadapi semuanya =)

Aku menyukai masalah, karena itu membuatku belajar banyak hal, walaupun itu benar-benar merepotkan dan membuatku jatuh sangat dalam karena aku belum pernah menghadapinya.

Life is choices. Dan kita harus mencari pilihan mana yang benar dalam menghadapi suatu masalah karena tak bisa selalu sama ...

Sunday, July 25, 2010

Keinginan

Entahlah, mungkin, keinginanku yang terlampau parah, karena sifat keras kepalaku atau keingintahuanku yang terlalu besar. Yah, aku benar-benar ingin membuka situs-situs itu lagi tadi, benar-benar sangat susah menahan semuanya. Tapi sejauh ini aku masih bisa mengendalikan semuanya. Aku tau aku benar-benar bisa menjadi sangat rapuh seperti serutan pensil, yang dengan mudahnya dihancurkan tanpa tenaga.

Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menahan diriku, karena daripada menyakiti diriku dari situ, aku lebih memilih menyakitiku dengan cara lain. That's better for me.

Aku mau membuat diriku benar-benar tenang, benar-benar seperti sebuah tong sampah berlubang-lubang kosong yang tak akan perneh meluber ataupun menguap karena apapun.

Saturday, July 24, 2010

Two in me? Me and My Guardian Angel?

Aku rasa, ada dua pribadi didalam diriku. Yang satu, entahlah, sepertinya itu diriku yang sebenarnya, sosok yang lemah, penuh emosi, dan sangat mudah sedih, penuh dengan keingin tahuan. Yang satu, mungkin aku bisa menyebutnya sebagai my guardian angel. Karena, aku rasa ia selalu mencoba menghindarkanku dari hal-hal yang membuatku tak nyaman.

Ketika ada suatu masalah, begitu beratnya, aku benar-benar dalam keadaan yang cukup parah, dan saat itu, aku merasa ada yang menghibur dan menenangkanku.

Masalah ada situs yang tak seharusnya aku lihat karena akan membuatku benar-benar tak nyaman, aku benar-benar tak bisa menahan diriku untuk membuka situs itu dan melihat banyak hal, aku tahu itu akan membuatku tak nyaman tapi aku tak bisa menahan diriku untuk membukanya, dan, aku berencana untuk menghilangkan semua histori yang ada di laptopku, menghilangkan sebuah note yang memuat alamat-alamat itu. Dengan keadaan dua pribadi dalam diriku, jujur, benar-benar cukup susah. Aku yang sebenarnya benar-benar keras kepala dan akan melakukan apapun agar tetap bisa melakukan apa yang ingin aku lakukan.

But, yah, aku berhasil melakukannya, atau lebih tepatnya pribadiku yang satunya. Tanganku begitu susah digerakkan untuk memencet tombol dan mencari. Bahkan, setelah dihapus, sepertinya aku salah menghapusnya sehingga aku harus memastikan lagi semua itu telah hilang, aku melakukannya sangat cepat, setelah menghapus note, tentu saja itu tak akan langsung hilang tanpa bekas, note itu masih tersimpan di dalam recycle bin dan aku harus menghapusnya dari sana, sebelum pribadiku yang sebenarnya memutuskan untuk merestore kembali note itu. Dan yah, aku berterima kasih, kepada, sesuatu yang disebut Tuhan,karena aku berhasil melewati semuanya, dan aku berhasil melakukan sesuai yang aku inginkan. Sekaran, yang harus aku lakukan adalah menyimpan alamat itu dalam memori bawah sadarku, atau bila aku bisa, menghapusnya dari ingatanku. Aku tak akan berusaha menghapusnya mati-matian karena itu justru membutku ingat. Tetapi aku akan memikirkan banyak hal lain, hingga akhirnya aku melupakannya, seperti aku melupakan nomer hpku yang hilang beberapa tahun yang lalu.

Wish me luck so i can do everything that I wanna do next =)

Friday, July 23, 2010

How Can It Be?

Aku hanya tak benar-benar tau, mengapa kebanyakan orang, mengingat orang lain lebih dalam pada kesalahannya, tanpa ada sedikitpun pertimbangan masa" indah yang telah dihadapi bersama. Atau mungkin, ini satu kesalahanku, karena selalu teringat memori indah yang aku lalui, dengan siapapun?

Kadang aku hanya berpikir, apakah kebahagiaan yang pernah dilalui bersama tak bisa menjadi satu pertimbangan untuk menjadikan suatu akhir yang sedikit lebih baik. Yang aku tau, cinta yang dalam bisa berubah menjadi kebencian yang dalam, dan itu berlaku juga sebaliknya.

Aku memikirkan banyak sekali hal jelek, mengatakannya pada sahabatku bahwa aku ingin sekali malakukan semua itu, tapi, aku tak akan pernah sekalipun, melakukan salah satu ataupun semua pemikiran itu, but still, people see me as i am the one who life without a heart. I don't have a heart? I think so, beberapa waktu yang lalu aku adalah seorang yang tak punya hati, aku melakukan segalanya dalam kesadaran emosi.

Aku rasa, aku akan menemukan banyak orang-orang baru dalam hidupku, setelah melalui beberapa waktu. Not really bad karena aku pernah merasakannya beberapa tahun yang lalu. Mungkin itu suatu pelajaran bagiku, agar aku bisa menghadapi kali ini. Pengalaman membuatku bisa menangani kesendirianku dengan cukup baik.

Thursday, July 22, 2010

I Need A Transformation

Aku rasa aku sudah keterlaluan, dan aku merasa sifatku benar-benar perlu banyak dirubah. Aku rasa menginap di vihara dan belajar menjadi biksu bisa menenangkanku. Tapi, tentu saja orang tuaku tak akan menyetujui ide gila itu.

Kemarin aku terlalu kalap, begitu gilanya perasaan itu mencekamku, sampai aku berpikir, mungkin jika aku punya lebih banyak keberanian, aku akan memotong urat nadiku, menikam jantungku, atau meneguk racun agar segera mengakhiri semuanya. Dan menangis memang cara terbaik untukku agar bisa melupakan segalanya, setidaknya dengan menangis selama satu jam, itu seperti menguras ember yang telah penuh dengan banyak perasaan hingga kosong. Dan akan kembali menjadi ember yang kosong dan siap diisi apapun. Tapi aku tahu, itu bukan satu hal yang bisa aku lakukan seumur hidupku, karena itu satu hal yang akan sangat sulit dilakukan. Yang harus aku lakukan adalah mengubah itu, atau mencari cara lain untuk menghadapinya menjadi lebih baik.

Mengingat betapa wajahku benar-benar tak bisa mengungkapkan perasaanku, hanya mataku satu-satunya yang bisa menunjukkan semuanya. Kebanyakan akan berpikir bahwa aku seorang wanita yang pintar sekali akting, hanya karena aku cengeng? Suatu pemikiran aneh, yang memang masuk akal karena banyak sekali artis yang bisa menangis dalam aktingnya, but i'm just an ordinary girl, not an artist ...