"I never thought that there will really be a man who loves me the way I am. Who shows me that I deserve to be loved by someone, unconditionally. But now I'm starting to believe that true love does exist."
Mencintai dan dicintai, menyayangi dan disayangi. Ketika suatu perasaan dibalas dengan satu perasaan yang sama, tak ada kata yang bisa mewakili perasaan yang ditimbulkan selain kebahagiaan.
Aku bukan seorang wanita yang sempurna dan tanpa cela. Aku punya banyak kekurangan dan aku tak pernah merasa terbaik diantara siapapun. Mungkin dalam beberapa hal aku bisa lebih baik dari mereka, tapi aku tau dalam beberapa hal mereka mungkin jauh lebih baik dari aku.
Banyak hal yang aku temui dan aku pelajari dalam hidupku. Tentang cinta, sayang, kekecewaan, patah dan sakit hati. Banyak orang yang aku temui dalam hidupku. Mereka yang baik hati, polos, perhitungan, penuh politik, dan yang munafik. Mungkin itu salah satu faktor mengapa aku tak mudah percaya. Terlalu banyak janji dan kata-kata manis yang pernah kudengar. Banyak hal yang seperti yang pernah aku pikirkan sebelumnya. Bahkan hampir semua yang aku pikirkan tentang relasi hidup manusia adalah salah. Hidup ini tak seindah bayanganku.
Tak mudah mempercayai orang yang baru saja aku kenal. Tapi entah kenapa, kepada beberapa orang aku selalu merasa pernah mengenalnya sebelumnya. Ada satu perasaan yang membuatku nyaman, dan mengatakan bahwa dia adalah saru orang yang pernah dekat denganku sebelumnya. Dan perasaan itulah yang membuat aku selalu mengingatnya.
Showing posts with label Heart. Show all posts
Showing posts with label Heart. Show all posts
Friday, October 19, 2012
Saturday, December 04, 2010
4 Desember 2010
Hal yang paling aku benci dalam hidupku adalah dimarahi. Hal itu membuat otakku berdetak lebih cepat dan membuat kepalaku sakit.Terlahir disebuah keluarga yang keras, punya kelebihan dan kekurangan tersendiri.
Dulu, pernah suatu kali, aku menginginkan sesuatu, dan nenekku menginginkan sesuatu. Mamaku mendahulukan keinginan nenekku dan menunda keinginanku. Saat aku tanya alasannya, mamaku menjawab, bahwa orang tua hanya punya sedikit waktu daripada yang lebih muda. Karena itulah mereka didahulukan. Aku berpikir, bagaimana bisa tau, bahwa yang tua punya lebih banyak waktu? Memang, secara logika, orang yang lebih tua punya waktu lebih sedikit daripada yang lebih tua, tapi, ada juga kan anak kecil yang meninggal. Bukankah seharusnya sama saja. Kadang tampak sangat tidak adil bagiku. Tapi, walaupun demikian, sudah tertanam dalam diriku secara utuh untuk mendahulukan yang lebih tua.
Aku tau, mungkin ada keluarga yang jauh lebih keras dari keluargaku.
Yang aku rasa sangat berat, aku tau pasti ada orang yang punya masalah lebih berat. Kadang aku capek dan ingin sekali melarikan diri. Biasanya, yang bisa aku lakukan adalah mengakhiri hari dengan tidur, atau menangis. Dua hal yang akan membuatku merasa lebih baik dari sebelumnya.
Ada kalanya, aku ingin mengikuti apa yang aku rasa. Bahwa aku sangat lelah selalu salah, dan aku sangat lelah selalu mengeluarkan air mata disaat aku tak berdaya. Dan aku benci setiap kali kontrol di dalam diriku mengingatkan bahwa aku adalah salah satu orang yang beruntung karena bisa terlahir dikeluarga menengah dan punya banyak hal yang orang lain tak punya, tempat tinggal, keluarga, harta.
Sepertinya, masih ada gejolak didalam diriku, sisi yang saling bertentangan dan mengontrol satu sama lain. Dan sepertinya, aku memberikan tekanan untuk diriku sendiri. Sebanyak apapun aku berusaha memberikan yang aku inginkan, aku tetap masih merasa tertekan.
Aku tak tau, apa yang salah dalam diriku, tapi aku merasa tak punya rona kehidupan. Bahkan aku tak bisa melihat sinar kehidupan di dalam mataku. Aku tak tau, kapan sinar itu mulai berkurang, aku hanya baru saja menyadari bahwa sinar kehidupan dimataku telah pudar. Aku berusaha mencarinya kembali, sinar kehidupan dan kebahagiaan yang ada dimataku dulu.
Wednesday, November 17, 2010
Pikiran atau perasaanku
Dua hal yang menjadi masalah utama dalam diriku saat ini. Pikiran yang selalu meraja-lela dan perasaan yang selalu menyalahkan diri sendiri, berusaha memberikan yang terbaik untuk orang lain. Walaupun beberapa waktu ini aku mulai bisa menekan perasaanku dan bekerja dengan pikiranku ketika pikiran itu bergerak sesuai logika yang ada.Aku tau, yang menyakiti diriku adalah aku sendiri, dengan setiap pikiran dan perasaan yang kuciptakan sendiri, tapi aku memang belum bisa mengendalikan semuanya, karena selama ini aku selalu mengendalikannya untuk orang lain, bukan untuk diriku sendiri. Pikiranku selalu memikirkan pikiran-pikiran yang menyakitiku begitu juga perasaanku.
Tak jarang aku berpikir, hanya orang yang benar-benar baiklah yang bisa mengetahuiku dengan benar. Dan orang-orang yang lain adalah orang-orang yang memang tak akan pernah mengerti aku yang sebenarnya selama mereka tetap seperti itu.
Aku tau, aku punya banyak sekali orang yang peduli padaku, dan aku tak henti-hentinya bersyukur atas banyak hal yang terjadi dalam hidupku. Tapi aku tetap belum bisa mengendalikan diriku atas diriku sendiri. Aku menerima segala yang ada dalam diriku, termasuk bagaimana kendali pikiran dan perasaanku yang selalu membuatku cukup menghabiskan banyak energi.
Sepertinya melankolisku sedang bertumbuh dengan sangat pesat. Aku tak pernah berharap orang lain akan merasakan apa yang aku rasa untuk mengerti bagaimana perasaanku. Walaupun mungkin itulah satu-satunya cara membuat mereka mengerti. Karena aku tau bagaimana rasanya, dan aku harap hanya aku yang merasakannya. Walaupun kadang egoku begitu marah dan ingin berteriak "Andai kamu tau bagaimana rasanya! Mungkin kamu akan berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu ..."
Tuesday, November 16, 2010
Good Friend will becoming Best Friend
Aku merasa aku telah menemukan teman yang, aku rasa akan menjadi seperti saudaraku. Aku tak perlu memintanya untuk bertanya, dia akan bertanya ketika dia menyadari ada sesuatu padaku. Ketika aku ragu dan bingung, dia akan menenangkan dan menemaniku menghadapi segalanya. Membantuku mencari solusi dan membuatku merasa tenang.Aku masih ingat bagaimana pertemuan pertama kami, walaupun aku tak pernah berusaha mengingatnya, aku tau pasti setiap detailnya, bagaimana cara duduknya, bagaimana tatanan rambut dan ekspresi wajahnya, masih bisa ku ingat dengan jelas semuanya. Pertemuan "pertama" kami yang kedua, karena pertemuan itulah yang menjadi pertemuan awal kami baginya, sama seperti pertemuan pertamaku, bedanya, kali ini dia tau aku ada dan aku tau dia ada.
Hanya waktu singkat dan kami mulai menjalin relasi, aku rasa dia adalah orang yang cukup hebat, sebagai seorang kakak, sahabat, pacar, ataupun lainnya. Dia akan tetap menjadi yang terhebat. Dia tidak sempurna, tapi mengakui bahwa dia tak sempurna, dan rendah hati akan apa yang bisa ia lakukan cukup membuatnya menjadi cukup sempurna.
I always hope the best for you, even if it will hurt me little or most~
Friday, November 12, 2010
12 November 2010

Ingin bersama seseorang, tetapi tak bisa bersama itu menyakitkan yah. Ingin melakukan sesuatu untuk seseorang, tetapi tak bisa melakukan apa", benar-benar sesuatu yang menyakitkan.
Aku sedang bertanya-tanya pada diriku sendiri, apakah aku bahagia? Kadang aku ingin bercakap-cakap dengan diriku sendiri. Menanyakan perasaan yang sebenarnya kurasakan dan apa yang sebenarnya aku pikirkan.
Aku bahagia atas hidupku. Tetapi kadang aku berpikir, kenapa orang-orang selalu menghakimiku dengan sesuatu yang bahkan mereka tak pernah tau apapun dariku. Bukankah menghakimi itu artinya mereka harus tau pasti aku seperti apa dan apa yang aku rasakan dan inginkan. Mungkin itu caraku memahami orang lain, dan aku tau aku tak bisa meminta orang lain melakukan hal yang sama untuk memahami diriku.
Kadang aku bertanya-tanya, apakah aku ini terlalu mudah di tebak, atau bahkan terlalu rumit. Kadang kala, aku ingin tau, seperti apa cara memberi ciri khas pada manusia, kadang aku ingin tau, apa alasan manusia perlu ada dengan banyak karakter untuk saling melengkapi.
Sunday, November 07, 2010
Aku
Aku, ketika sedang sedih, selalu ingin ada seseorang untuk menemaniku. Tapi, aku selalu takut untuk membicarakannya dengan siapapun. Aku selalu berpikir, bahwa setiap orang punya masalahnya sendiri dan seharusnya aku tak menambahi dengan masalahku.Aku sedang sedih, sebenarnya aku ingin menceritakannya dengan mamaku, tapi aku tau mamaku sudah sangat capek karena seminggu lebih mama menunggui mamaku di RS dan tidak tidur di kasur. Selain itu aku tak mau mambuat mamaku banyak berpikir karena aku.
Aku sedang sedih, sebenarnya aku ingin menceritakannya pada sahabatku, tapi aku tau dia sedang banyak pikiran dan aku tak ingin mengganggunya, karena aku tau kesedihanku akan hilang dalam waktu singkat, setelah menyendiri beberapa saat.
Aku sedang sedih, sebenarnya aku ingin menceritakannya kepada seseorang. Tapi aku tau, selama ini aku selalu menghabiskan waktunya untuk mendengarkan tiap keluh kesah dan kesedihanku, dan aku tak mau mengganggunya dengan keluh kesah dan kesedihan yang sama. Aku akan menghubunginya dengan kebahagiaan yang aku rasa, bukan dengan kesedihan.
Friday, November 05, 2010
Wanita
Seorang wanita, semakin susah didapatkan, semakin wanita itu dihargai. Dan laki-laki yang serius, tetap menunggu walaupun banyak hal sulit yang terjadi dan harus dihadapi.Kata-kata yang langsung masuk dipikiranku setelah mendengarnya. Mungkin ada benarnya juga, tapi, sepertinya pemikiran laki-laki tak semua seperti itu. Bahkan banyak yang justru beranggapan bahwa wanita yang susah didapat adalah wanita yang sok jual mahal.
Serba salah. Terlalu gampang dibilang murahan, terlalu susah dibilang sok jual mahal. Menurutku, laki-laki itu lebih gampang, kalau suka, tinggal deketi dan ngomong. Aku, sudah berulang kali menunggu, dan hanya bisa menunggu, tak lebih. Menunggu benar-benar sesuatu yang paling melelahkan, tapi aku tak punya keberanian melakukan lebih dari itu.
Kadang, lucu juga. Apa ia aku gampang di tebak waktu suka orang, banyak yang bilang gitu. Bahkan banyak orang tau aku suka sapa walaupun aku tak pernah bercerita. Tapi orang yang aku suka tak pernah sadar aku suka mereka. Aneh tapi benar-benar terjadi.
Dulu, ada seorang guru bertanya padaku, lebih suka dicintai atau mencintai, aku bilang padanya, aku lebih suka mencintai, karena dicintai adalah suatu tekanan bagiku bila aku tak bisa membalasnya. Tapi, saat ini, aku mulai merasa, dicintai jauh lebih membahagiakan, apalagi bila dicintai dengan serius.
Monday, October 25, 2010
25 Oktober 2010 - ATM
Masih ada seorang wanita tua yang sibuk memencet tombol di dalam ATM itu. Aku akan membayar tagihan hp-ku hari ini, limitnya sudah habis sehingga aku harus membayarnya dulu agar bisa di pakai. Kuputuskan melangkah masuk dulu ke minimarket untuk membeli roti tawar putih titipan saudaraku.Setelah membeli roti, aku keluar, dan antrian di atm ternyata cukup banyak, ada 2 orang tampak menunggu di depan atm itu. Kuputuskan menunggu di seberang mereka. Entahlah, pikiranku kosong, terlalu kosong. Orang di dalam atm itu keluar, aku sibuk dengan diriku, melihat ke lantai, sepertinya aku melamun, tak ada apapun di pikiranku, aku hanya melihat kebawah, ke depan kemudian ke bawah lagi.
"Dess?" sebuah suara terdengar di telingaku, segera aku melihat ke arah sumber suara. Beberapa detik aku hanya terdiam, belum benar-benar tersadar dari lamunanku. Pak Min? Otakku mulai bekerja dan memberitahukan informasi itu. Seketika mulutku merespon "Pak". Kami bicara sebentar, setelah itu beliau pergi.
Pertemuan yang sangat singkat, mungkin hanya 5 menit, tapi aku benar-benar bisa mengingat detail semuanya. Aku ingat bagaimana aku mendengar suaranya ketika memanggilku, aku ingat, bahwa air mataku hampir saja keluar ketika melihat wajahnya.
Pak Min, guru SD-ku. Guru pertama yang menempati hatiku dan akan selalu menjadi yang pertama. Seseorang yang menjadi teladanku, motivasiku.
Sepertinya, banyak sekali orang yang menjadi orang pertama dalam hidupku, orang-orang yang tak akan pernah terlupakan, orang-orang yang aku sayangi. Orang-orang yang melengkapi puzzle hidupku hingga aku menjadi menjadi diriku yang sekarang. Ingin rasanya, bertemu dan bersama mereka pada waktu yang bersamaan, mengabadikan setiap ekspresi yang keluar dari raut wajah mereka, andai otak manusia bisa seperti kamera, aku akan membutuhkan banyak waktu untuk mengulang melihat setiap adegan dalam hidupku. Dan untuk setiap adegan itu, setidaknya, mungkin aku akan memutarnya jutaan, ribuan, milyaran, bahkan triliunan kali setiap harinya. Terlalu berharga untuk ditinggalkan, terlalu indah untuk dilihat hanya satu kali. Emakku, papaku, kokoku, ada banyak sekali memori yang ingin ku ulang, aku igin merasakan kembali perasaan-perasaan yang tak bisa lagi aku rasakan dalam kondisi yang sama. Karena kami telah berubah, cara kita bersikap juga sudah tak sama.
Alam bawah sadar, aku pernah berpikir menghipnotis diriku sendiri, memasuki alam bawah sadarku, merasakan kembali perasaan-perasaan dan kejadian-kejadian yang pernah terjadi dalam hidupku, tapi aku belum berani melakukannya. Mungkin suatu saat nanti aku akan mencobanya. Dengan begitu aku tak akan terlalu menderita ketika sedang sedih, karena aku bisa kembali ke masa bersama emakku tercinta, atau anjing kesayanganku, atau menikmati kejadian lainnya.
Sunday, October 24, 2010
For someone, I always want to be close to you
Ada satu orang, dia benar-benar berharga buatku. Orang yang paling sering membantuku saat aku tak tau harus kemana. Satu-satunya orang yang terlintas di pikiranku ketika aku berada di jalan buntu. Sangat berharga untukku, tapi mungkin dia tak tahu tentang hal itu. Orang yang memiliki satu tempat khusus dihatiku, tapi tak pernah ada yang tau.Sebenarnya, aku ingin menjadi seseorang yang bisa membantunya, tapi sepertinya aku belum bisa. Dia bisa segalanya yang aku tak bisa dan aku benar-benar tak tau, apa yang dia tak bisa dan aku bisa membantunya. Kadang aku merasa, mungkin jika aku bisa melakukan sesuatu, aku akan sangat bahagia. Walaupun hanya satu hal kecil, bisa berkomunikasi dengannya cukup membuatku bahagia. Andai aku tak terlalu banyak berpikir, mungkin sekarang berbeda.
Mungkinkah aku bisa menjadi teman baiknya, seperti yang ku bayangkan, atau mungkin hanya sebatas ini? Berharap dapat melakukan sesuatu untuknya tapi tak melakukan apa-apa.
Satu hal kecil yang pernah ia lakukan, membekas sangat besar dalam diriku, walaupun mungkin aku tak pernah mau mengakuinya. Ada kalanya aku merasa bawa jarak yang ada terlalu jauh, tapi, keinginan untuk bisa dekat sangat besar dan aku menahannya sangat lama. Andai aku punya topik lain yang bisa ku bicarakan dengannya, dan membuka ruang komunikasi, mungkin tak akan seperti ini. Tapi aku terlalu takut untuk memulai, aku takut tertolak mentah-mentah. Bagiku, jauh lebih baik menjadi teman biasa tetapi kami tetap dapat berkomunikasi dengan aik, daripada tercipta satu jarak karena tak bisa menjadi teman dekat.
Mungkin ini, satu-satunya yang bisa kuberikan, sesuatu yang tak bisa kukatakan dengan jelas karena aku tak ingin dia mengetahui hal ini dengan jelas. Walaupun aku ingin memberikan lebih dari ini, tapi beum bisa kulakukan. Andai aku bisa melakukan apa yang kuinginkan tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain, mungkin aku akan lebih bahagia~
Andai kita bisa terlahir sebagai saudara, mungkin akan lebih mudah bagiku memberikan perhatian.
Tuesday, August 24, 2010
Sesuatu Yang Baik
Aku baru tau, bahwa orang terlalu baik itu salah. Ada bener e, ketika hal itu merugikan, mempertimbangkan hal itu sebagai suatu yang menolong orang, maka walaupun merugikan, aku tetap akan melakukannya.
Tapi aku baru tau, itu justru menggerogotiku. Yah, jujur, itu aku, dari aku kecil hingga saat ini, mamaku sepertinya juga tau tentang hal itu, dan selalu memarahi aku, tapi aku belum pernah bisa menangkap maksud yang bisa kudapat dari setiap nasehat mamaku.
Tapi hari ini, sepertinya aku tau, kadang orang tak perlu baik kepada semua manusia, karena manusia punya keterbatasan, karena manusia perlu punya sedikit ego dalam dirinya, yang akan menuntunnya.
Sepertinya sudah sangat lama, aku menganggap bahwa aku bisa membantu orang menjadi lebih baik. Dan jujur, slama ini aku selalu bisa membuat seseorang menjadi lebih baik dr sblmnya. Tapi sepertinya, aku lupa, bahwa aku juga manusia yang punya perasaan, yang tak seharusnya selalu menghapus kesalahan yang ada, menerima kembali, di manfaatkan lagi, sadar lagi, dan itu terus berulang.
Dan, kali ini, sptnya aku tau, bahwa aku juga manusia, aku punya harga diri yang harusnya menjadi satu pegangan bagiku. Karena aku bukanlah Tuhan, aku bukanlah Dewa atau Dewi yang ada di angkasa, yang bisa memaafkan segala kesalahan.
Aku meniru teladan mereka, bahwa kasih adalah satu penyelesaian, bahwa memaafkan yang salah adalah suatu hal yang baik adanya dan benar-benar melupakan diriku sebagai manusia yang punya perasaan.
Memaafkan memang satu hal yang baik, tetapi, terjatuh berkali" di lubang yang sama adalah suatu kebodohan, bukan satu hal yang baik.
Tolong sadarkan aku ketika aku berada di jalan yang salah, semoga aku memiliki hati yang kuat menghadapi segala sesuatu yang ada, semoga pikiranku di beri kejernihan dalam berpikir, sehingga bisa mendapatkan satu keputusan yang baik, semoga aku bisa belajar dari semua kesalahanku, dan bukan hanya melupakannya, semoga aku jauh dari rasa iri dan benci, semoga aku menyadari bahwa diriku hanyalah seorang manusia yang memiliki ingatan akan kesalahan yang ada, dan belajar dari kesalahan" yang ada. Semoga aku punya hati yang cukup kuat sehingga tak mudah untuk goyah ...
Tapi aku baru tau, itu justru menggerogotiku. Yah, jujur, itu aku, dari aku kecil hingga saat ini, mamaku sepertinya juga tau tentang hal itu, dan selalu memarahi aku, tapi aku belum pernah bisa menangkap maksud yang bisa kudapat dari setiap nasehat mamaku.
Tapi hari ini, sepertinya aku tau, kadang orang tak perlu baik kepada semua manusia, karena manusia punya keterbatasan, karena manusia perlu punya sedikit ego dalam dirinya, yang akan menuntunnya.
Sepertinya sudah sangat lama, aku menganggap bahwa aku bisa membantu orang menjadi lebih baik. Dan jujur, slama ini aku selalu bisa membuat seseorang menjadi lebih baik dr sblmnya. Tapi sepertinya, aku lupa, bahwa aku juga manusia yang punya perasaan, yang tak seharusnya selalu menghapus kesalahan yang ada, menerima kembali, di manfaatkan lagi, sadar lagi, dan itu terus berulang.
Dan, kali ini, sptnya aku tau, bahwa aku juga manusia, aku punya harga diri yang harusnya menjadi satu pegangan bagiku. Karena aku bukanlah Tuhan, aku bukanlah Dewa atau Dewi yang ada di angkasa, yang bisa memaafkan segala kesalahan.
Aku meniru teladan mereka, bahwa kasih adalah satu penyelesaian, bahwa memaafkan yang salah adalah suatu hal yang baik adanya dan benar-benar melupakan diriku sebagai manusia yang punya perasaan.
Memaafkan memang satu hal yang baik, tetapi, terjatuh berkali" di lubang yang sama adalah suatu kebodohan, bukan satu hal yang baik.
Tolong sadarkan aku ketika aku berada di jalan yang salah, semoga aku memiliki hati yang kuat menghadapi segala sesuatu yang ada, semoga pikiranku di beri kejernihan dalam berpikir, sehingga bisa mendapatkan satu keputusan yang baik, semoga aku bisa belajar dari semua kesalahanku, dan bukan hanya melupakannya, semoga aku jauh dari rasa iri dan benci, semoga aku menyadari bahwa diriku hanyalah seorang manusia yang memiliki ingatan akan kesalahan yang ada, dan belajar dari kesalahan" yang ada. Semoga aku punya hati yang cukup kuat sehingga tak mudah untuk goyah ...
Thursday, August 12, 2010
Why My Heart Is So Soft?
Benar-benar sangat mudah membuat seseorang berharga dimataku, hanya dengan satu hal, maka aku akan mengingatnya seumur hidupku. Cukup satu hal untuk membuat satu ruangan khusus di hatiku.Apakah ini berbahaya?
Aku mengingat banyak sekali orang dalam hidupku, dan aku tahu, hanya sedikit yang mengingat ku dari sekian banyak yang aku ingat. Tapi itu bukan masalah, masalahnya adalah, bagaimana bisa sedemikian mudah menjadi berharga untukku? ='(
Satu kali berharga untukku cukup untuk melupakan sebesar apapun kesalahan yang ada. Aku tahu ini cukup baik, karena dengan demikian aku terhindar dari kebencian yang tak berkesudahan. Aku bersyukur karena aku bisa mengingat banyak orang yang berharga untukku ...
God, please guide my way so I can walk in the certainly ...
Aku tak mengharapkan banyak hal karena aku telah memiliki banyak hal yang luar biasa dalam hidupku. Semoga aku selalu ingat jalan kembali ketika aku melewati jalan yang salah, semoga aku selalu mengerti mana jalan yang salah dan mana yang benar sehingga aku bisa berjalan maju menghadapi segala sesuatu ...
Monday, August 09, 2010
Believe Me ...
Aku tak tahu alasannya, aku tak tahu, siapa saja yang termasuk didalamnya, yang aku tau, banyak sekali orang yang tak mempercayai kata-kataku. Yah, suatu kesedihan terdalamku selama ini. Ketika aku menyatakan sesuatu yang sebenarnya, tetapi dianggap sesuatu yang salah. Dimana salahnya? Cara penyampaianku? Raut wajahku?Aku bahkan tak bisa mengendalikan raut wajahku dengan baik. Aku tak bisa tertawa riang ketika sedang bersedih, aku tak bisa terlihat sedih ketika aku sedang gembira. Aku tahu, aku terlalu berlebihan di setiap perasaanku. Ketika aku bahagia, aku tahu aku sangat parah mengungkapkannya. Tetapi itu karena memang se-complicated itulah perasaanku. Ketika aku sedang sedih, aku bisa murung, bahkan menangis tiba-tiba, bukan sesuatu yang kubuat-buat, memang begitu adanya. Terlihat terlalu berlebihan? Mungkin ... Aku mulai sedikit menyadari sifat berlebihanku beberapa waktu yang lalu. Betapa antusiasnya aku melakukan sesuatu, betapa sedih dan terpuruknya aku ketika terjadi sesuatu, tapi, itulah aku, aku yang sebenarnya.
Tak bisakah berusaha mempercayai aku yang apa adanya?
Jika tak bisa mempercayaiku, untuk apa aku menceritakan segala sesuatu, menceritakan semua kelemahan dan ketakutanku, keberanian dan kejujuran apapun dariku. Mendengar dan bersikap seolah mengerti perasaanku, membuatku percaya bahwa aku punya orang yang mempercayaiku. Semua itu hanya akan menjadi sebuah omong kosong, bagaikan mengambil debu kemudian menghembuskannya ke udara, hilang bersatu dengan tanah, tak akan bisa di ambil kembali.
Apa yang membuatku begitu susah untuk dipercaya? Mungkin aku bukan orang yang konsisten, karena ada banyak bagian dari hidupku yang belum bisa aku putuskan sesuai keinginan hatiku. Masih ada banyak hal, yang harus aku konfirmasikan dulu untuk mendapatkan ijin melakukannya. Tapi aku selalu mengatakan yang sebenarnya.
Aku tak pernah menyesal dengan apapun yang terjadi dalam hidupku, aku mensyukuri semuanya, karena aku tahu itu bagian dari hidupku, pengalaman yang mendewasakanku.
Yang kubutuhkan bukanlah perhatian penuh, bukanlah waktu yang intens, bukanlah banyak teman, yang kubutuhkan hanyalah sebuah kepercayaan dari orang-orang yang dekat denganku ...
Sunday, July 25, 2010
Keinginan
Entahlah, mungkin, keinginanku yang terlampau parah, karena sifat keras kepalaku atau keingintahuanku yang terlalu besar. Yah, aku benar-benar ingin membuka situs-situs itu lagi tadi, benar-benar sangat susah menahan semuanya. Tapi sejauh ini aku masih bisa mengendalikan semuanya. Aku tau aku benar-benar bisa menjadi sangat rapuh seperti serutan pensil, yang dengan mudahnya dihancurkan tanpa tenaga.Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk menahan diriku, karena daripada menyakiti diriku dari situ, aku lebih memilih menyakitiku dengan cara lain. That's better for me.
Aku mau membuat diriku benar-benar tenang, benar-benar seperti sebuah tong sampah berlubang-lubang kosong yang tak akan perneh meluber ataupun menguap karena apapun.
Friday, July 23, 2010
My Father
Orang yang aku sayangi, setelah nenekku adalah papa. Beliau selalu menjadi sandaranku ketika aku butuh seseorang. Tetapi itu tak lama, ketika aku beranjak dewasa, papaku sudah tak terlalu suka menghadapiku. Mungkin aku terlalu melankolis dan itu sedikit mengesalkan?Dan aku rasa, sejak itulah aku mulai menjadikan teman sebagai sandaranku. Karena, dengan mamaku, entah kenapa kami selalu berbeda pendapat, dan akhirnya selalu marahan. Dengan kokoku, dia jarang sekali ada di rumah, kadang pergi basket, futsal dsb. Apalagi sejak kokoku punya pacar, satu kata dalam sehari belum tentu ada di antara kami. Aku kadang sedikit iri pada keluarga yang masih ada komunikasi antar anggota keluarganya, walaupun tak antara semuanya, setidaknya dari situ, bisa menceritakan apapun yang dia rasakan. Aku selalu mendambakan satu keluarga yang penuh dengan komunikasi. Kadang aku bingung pada mamaku, ketika aku tak berbicara sama sekali, beliau akan bertanya mengapa aku tak pernah bercerita, ketika aku menceritakan sesuatu, beliau berkata tak ada waktu untuk mendengarkan ocehan yang tak berguna. That's wad i feel about, pengalamanku yng ingin aku ceritakan karena aku ingin membaginya, tapi di keluargaku itu satu hal yang tak perlu diceritakan.
Beberapa hari yang lalu, aku benar-benar hilang sandaran dan aku menangis di bahu papaku, papaku diam beberapa saat kemudian setelah itu beliau bertanya apa yang terjadi padaku, tetapi aku tak pernah mengatakannya. aku hanya butuh sandaran untuk beberapa saat dan itu lebih dari cukup. Dan aku tak tahu, penyakit apa yang sebenarnya ada dalam dirinya. Yang membuatnya tak berhenti cegukan setiap hari, bahkan sepanjang hari. Diabetes, maag akut, apapun itu, aku tak tahu kenapa belum ada dokter yang bisa mengetahui dengan pasti alasannya. Yang aku tahu, papaku bertambah kurus dari yang dulu, dan lebih lemah. Aku inginkan yang terbaik untuknya, tetapi aku seperti seorang anak durhaka yang tak melakukan apapun untuknya.
How Can It Be?
Aku hanya tak benar-benar tau, mengapa kebanyakan orang, mengingat orang lain lebih dalam pada kesalahannya, tanpa ada sedikitpun pertimbangan masa" indah yang telah dihadapi bersama. Atau mungkin, ini satu kesalahanku, karena selalu teringat memori indah yang aku lalui, dengan siapapun?Kadang aku hanya berpikir, apakah kebahagiaan yang pernah dilalui bersama tak bisa menjadi satu pertimbangan untuk menjadikan suatu akhir yang sedikit lebih baik. Yang aku tau, cinta yang dalam bisa berubah menjadi kebencian yang dalam, dan itu berlaku juga sebaliknya.
Aku memikirkan banyak sekali hal jelek, mengatakannya pada sahabatku bahwa aku ingin sekali malakukan semua itu, tapi, aku tak akan pernah sekalipun, melakukan salah satu ataupun semua pemikiran itu, but still, people see me as i am the one who life without a heart. I don't have a heart? I think so, beberapa waktu yang lalu aku adalah seorang yang tak punya hati, aku melakukan segalanya dalam kesadaran emosi.
Aku rasa, aku akan menemukan banyak orang-orang baru dalam hidupku, setelah melalui beberapa waktu. Not really bad karena aku pernah merasakannya beberapa tahun yang lalu. Mungkin itu suatu pelajaran bagiku, agar aku bisa menghadapi kali ini. Pengalaman membuatku bisa menangani kesendirianku dengan cukup baik.
Thursday, July 22, 2010
I Need A Transformation
Aku rasa aku sudah keterlaluan, dan aku merasa sifatku benar-benar perlu banyak dirubah. Aku rasa menginap di vihara dan belajar menjadi biksu bisa menenangkanku. Tapi, tentu saja orang tuaku tak akan menyetujui ide gila itu.Kemarin aku terlalu kalap, begitu gilanya perasaan itu mencekamku, sampai aku berpikir, mungkin jika aku punya lebih banyak keberanian, aku akan memotong urat nadiku, menikam jantungku, atau meneguk racun agar segera mengakhiri semuanya. Dan menangis memang cara terbaik untukku agar bisa melupakan segalanya, setidaknya dengan menangis selama satu jam, itu seperti menguras ember yang telah penuh dengan banyak perasaan hingga kosong. Dan akan kembali menjadi ember yang kosong dan siap diisi apapun. Tapi aku tahu, itu bukan satu hal yang bisa aku lakukan seumur hidupku, karena itu satu hal yang akan sangat sulit dilakukan. Yang harus aku lakukan adalah mengubah itu, atau mencari cara lain untuk menghadapinya menjadi lebih baik.
Mengingat betapa wajahku benar-benar tak bisa mengungkapkan perasaanku, hanya mataku satu-satunya yang bisa menunjukkan semuanya. Kebanyakan akan berpikir bahwa aku seorang wanita yang pintar sekali akting, hanya karena aku cengeng? Suatu pemikiran aneh, yang memang masuk akal karena banyak sekali artis yang bisa menangis dalam aktingnya, but i'm just an ordinary girl, not an artist ...
Tuesday, July 20, 2010
For One of My Best Friends
Aku tak ingat kapan terakhir kali kamu meneleponku. Yang jelas itu sudah sangat lama sekali. Menerima teleponmu karena hal-hal yang menurutmu tak penting. Tapi aku suka sekali saat-saat kamu menceritakan hal itu =)Dan hari ini, yah, aku sungguh bahagia, mendapatimu meneleponku hanya untuk menceritakan satu hal yang menurutmu tak bermutu itu. Aku tak tahu harus bicara apa, aku benar-benar tak bisa mencari kata-kata yang tepat untuk menanggapi celotehanmu, terlalu kaget ketika mengangkat telepon dan mendapati itu suaramu.
Aku tahu ini bukanlah satu hal yang luar biasa, bahkan bagimu mungkin ini satu hal yang sangat aneh untuk mendapat perhitungan, but i did. It had a deep meaning for me. Cukup untuk membuatku melambung tinggi hanya dengan mendengar suaramu, mendapati bahwa kamu memilih memencet nomerku untuk menjadi orang yang mendengarkan celotehanmu, ini satu hal yang luar biasa. Satu hal yang cukup membuatku kaget dan bahagia.
Saturday, July 17, 2010
Guru Kesayanganku

Satu-satunya orang, yang tak punya ikatan apapun denganku. Seseorang yang selalu percaya padaku, seseorang yang menyayangiku, menjadikanku seorang yang cukup spesial di hatinya. Aku tahu, mungkin bukan aku satu-satunya orang yang mendapat perlakuan seperti ini. Mungkin masih ada orang lain yang juga berharga bagi beliau.
Beliau adalah seorang guruku di SD, yang hingga saat ini tetap punya tempat spesial di hati dan pikiranku, tak pernah berubah. Selalu memotivasiku ketika aku ada di bagian terdasarku.
Hari ini, aku mencuri waktu untuk pergi, melewati sekolahku yang dulu, ya, satu hal yang membuatku bersyukur, adalah karena SD-ku sangat dekat dari rumahku, tanpa harus melewati jalan raya dan dapat ditempuh dalam waktu 5 menit. Terlalu ingin bertemu kembali dengan guruku. Aku membayangkan kembali, saat-saat aku bersama teman-temanku, menghabiskan waktu untuk bermain dan bercerita bersama. Saat-saat guruku memotivasiku dengan tulus yang membuatku percaya bahwa saat sulit pasti bisa aku atasi dengan baik, dan pasti akan bisa dilewati.
Tuesday, July 13, 2010
I Appreciate My Life
Hidup tak selalu dalam kebahagiaan, tak selalu dalam kesedihan. Ada banyak bagian didalamnya. Life is like a puzzle. Ada banyak bagian di dalamnya yang harus disusun. Dan tak akan bisa menjadi suatu hidup yang sempurna bila ada bagian yang hilang.Aku menghargai hidupku dengan segala hal yang ada didalamnya. Ada banyak sekali kesalahan yang aku lakukan dalam hidupku, tapi, itulah puzzle yang aku pilih. Banyak sekali hal yang masih harus aku usahakan untuk orang-orang tercintaku. Masih banyak yang harus aku pelajari untuk menjadi wanita yang dewasa dan mandiri.
I just know, my ancestor give protection in me. Aku akan selalu bangkit kembali ketika aku jatuh, dan aku akan selalu tau mana yang harus aku pilih. Tapi, kadang aku salah memilih.
I have an almost perfect life, and I am really greatful with everything in my life.
Monday, July 12, 2010
About the word "Sorry"
Sorry, hanya satu kata, tapi punya makna yang sangat dalam bila dkatakan dengan ketulusan. Tapi, jika kata itu dikatakan tanpa ketulusan, tak ada makna di dalamnya.Kata maaf, aku yakin itu cukup mewakili banyak kesalahan bila dikatakan dengan ketulusan yang paling dalam, dan benar-benar tulus, bukan karena ada keinginan di dalamnya. Cerita fiksi, aku cukup banyak membaca yang seperti itu. Dan aku yakin pasti, dulu dan sekarang, jauh lebih mudah bertemu orang tulus di jaman dahulu. Aku tau ketulusan bukanlah satu hal yang bisa dipahami, dimengerti dan ditanamkan di dalam diri hanya dalam waktu satu hari. Butuh proses didalamnya, agar ketulusan yang ada benar-benar suatu hal yang sungguh-sungguh, bukan hanya suatu ketulusan sesaat.
Jujur, bagiku kata maaf tak cukup bila hanya diucapkan dengan kata. Perlu ketulusan didalamnya, yang berarti bahwa dalam satu ucapan itu terdapat suatu keinginan untuk memperbaiki apa yang telah terjadi dan itu berlaku seterusnya.
The word "sorry" had a deep meaning if it is said with sincerity ...
Subscribe to:
Posts (Atom)
