Showing posts with label Me. Show all posts
Showing posts with label Me. Show all posts

Wednesday, December 08, 2010

I Am Sure I Am In Depression

Aku tak tau, seberapa besar trauma yang aku alami. Walaupun aku tau sekarang jauh lebih baik dari sebelumnya. Mungkin mamaku tau separah apa trauma itu, sampai hampir mengajakku untuk menemui dokter jiwa beberapa waktu yang lalu. Aku tau pasti aku berada di ambang antara orang normal dan orang yang gila. Dan aku berusaha sebisa mungkin untuk bertahan pada ujung orang normal, walaupun ada kalanya aku putus asa dan ingin menginjakkan kakiku di bagian orang yang tak sadar dan gila. Tapi aku tau, aku punya banyak orang yang ingin aku ingat secara utuh dalam pikiranku, aku ingat aku punya banyak memori indah yang ingin aku kenang kembali setiap waktu, dan aku tau aku punya banyak orang yang peduli padaku. Aku berjuang untuk diriku, perlahan-lahan memulihkan diri dan berjalan setapak demi setapak menuju diriku yang sebenarnya. Aku tau aku sangat bodoh, karena selalu membahayakan diriku untuk menolong orang lain yang berada di jurang kegelapan. Tapi aku selalu melakukan hal yang sama berulang-ulang. Seberapa tak mungkinnya seseorang untuk berubah menjadi baik, aku tetap menjatuhkan diriku ke jurang itu, untuk kemudian merangkak naik bersama menemui matahari yang bersinar cerah. Kadang, aku ingin sekali menampar diriku sendiri karena pemikiran yang begitu bodoh, tapi aku tak bisa, karena aku tau persis apa yang ingin aku dapatkan dari ikut terjun ke dalam jurang. Karena aku tau pasti manusia baik adanya, karena didalam kejahatan selalu ada kebaikan, hanya di bagian mana kita lebih mengikutinya.

Memaafkan adalah satu hal yang sudah sangat melekat dalam diriku, walaupun aku tau, memori kepaitan yang terbekas di diriku tak bisa hilang. Satu hal yang masih belum bisa aku selesaikan dengan diriku adalah berjalan menjauhi trauma yang ada. Apakah trauma itu yang terlalu besar, sehingga butuh banyak waktu bagiku untuk membersihkan dan memolesnya kembali seperti sedia kala?

Tuesday, December 07, 2010

UAS

Aih, nda terasa udah jam 12 lebih. Aku baru selesai belajar 2 soal buat UAS besok. Ada lumayan banyak hal yang pingin aku ceritakan, tapi mungkin besok aku baru bisa cerita, besok aku ujian pagi soale ...

Yang jelas, kadang aku menyukai suatu hari dan aku mendapatkan hari yang lebih indah setelahnya. Teman-temanku, keluargaku, banyak yang ingin aku ceritakan. Huyuhhhh ...

Time to sleep, ato besok mataku jadi seperti panda =="
Nite ...

Happy bday to my mother, aku belum sempet beli kado lagi mama T.T hiks ...
Ntar nyusul deh, 2 tahun berturut" mau beli kado, awal e nda ada uang buat bli kado, skrg, nda tw kpn isa boong buat pigi bli kado.

Friday, December 03, 2010

It's my Birthday =')

Fiuh, aku belum selesai membalas semua wall di profilku. Ternyata banyak juga, bahkan bisa ku bilang sangat banyak. Membalasnya satu persatu cukup membuat jari-jari tanganku hmpir mati rasa, tapi aku tetap melakukannya, membalas setiap wall dengan berpikir dan mengetik kembali huruf demi huruf hingga membentuk susunan kata dan kalimat yang baik. Karena aku tau, mereka meluangkan waktu mereka untukku, dan aku akan memberikan waktuku untuk mereka karena mereka peduli padaku. Aku tau tak semua melakukannya karena peduli, Tapi yang jelas mereka memperhatikanku dengan mengucapkan heppy bday =)

Ini pertama kalinya aku mempublish hari ulang tahunku di fb, tahun lalu, aku menyembunyikannya, karena aku ingin tau, berapa banyak yang ingat ulang tahunku. Hehehe. Tahun ini aku mempublishkannya, karena, aku berpikir, hanya orang-orang yang ingin mengucapkan happy birthday lah yang akan mengklik namaku, dan mengepostkan wall di profilku.

Satu hal, yang selalu ingin aku lakukan setiap hari ulang tahunku adalah meniup lilin ulang tahun dan mengucapkan keinginanku. Sesuatu yang amat sangat menyenangkan sekali ...

Hari ulang tahun, bagiku bukan bahwa umurku akan berkurang satu tahun lagi, tapi bahwa aku telah melewati satu tahun lagi dalam hidupku, satu tahun yang membuatku lebih dewasa dari aku yang sebelumnya, satu tahun yang mengajarku dengan banyak hal baru yang belum aku ketahui sebelumnya, satu tahun, yang lagi-lagi membuatku tak hentinya bersyukur, karena menemukan orang-orang yang sangat berharga untukku.

Thursday, November 25, 2010

25 November 2010

Jadi orang dengan tipe melankolis, benar-benar bisa membuatmu melambung dan melayang seketika, dan terpuruk dalam kegelapan yang dalam seketika pula. Yang bisa membuatnya tetap netral adalah pengendalian diri yang kuat, untuk tetap menjaga perasaan dalam keadaan normal.

Aku paling suka lagu slow, lagu melan. Walaupun sejak beberapa waktu yang lalu aku mulai menyukai beberapa lagu dengan beat yang lebih cepat. Lagu slow, benar-benar bisa membuatku melambung dan berbunga-bunga ketika aku dalam kondisi biasa. Dan bisa membuatku berada di dasar keterpurukan ketika aku sedang sedih.

Aku paling suka kebebasan dan sangat benci dikekang. Hanya ada satu alasan yang bisa membuatku rela dikekang, yaitu keluarga. Aku bisa tahan berada dirumah selama sebulan, bahkan berbulan-bulan tanpa pergi kemanapun bila diharuskan seperti itu. Aku bisa betah berada disana, walaupun kadang kala aku akan merasa sangat bosan dan suntuk. Kemauan dan keinginan dari dalam diriku untuk keluarga begitu besarnya dan tak bisa diganti dengan hal lain untuk saat ini.

Hal yang paling sering aku lakukan ketika sedang terpuruk dalam kegelapan, adalah menyusuri kegelapan itu hingga kegelapan yang sangat dalam, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk kembali naik melihat terang.

Saturday, November 13, 2010

13 November 2010

Oplas, aku baru tau itu kepanjangan dari operasi plastik beberapa waktu yang lalu. Dan aku juga baru tau, bahwa ada banyak orang yang ternyata menjadi berbeda dan menjadi sangat cantik karena operasi itu.

Aku hanya merasa, bahwa itu menyakiti diri sendiri. Walaupun aku tau, laki-laki suka wanita dengan badan ramping dan tidak melebar ke samping. Rasanya perubahan zaman menuntut wanita melakukannya agar ada laki-laki yang menyukainya. Tantangan dalam hidup. Tapi aku benar-benar tak habis pikir bahwa wanita harus melakukan hal seperti itu.

Rasanya, ada banyak sekali yang harus dilakukan untuk menjadi seseorang yang menarik? Selalu tampil cantik, modis dan sebagainya. Kadang aku berpikir, perlukah menghabiskan uang yang orang tuaku dapatkan, untuk membeli sebuah baju yang berharga 1 juta? Kadang, aku juga berpikir, perlukah merayakan ulang tahun ke-17 dengan biaya puluhan bahkan ratusan juta? Hanya untuk menunjukkan bahwa kita adalah orang menengah keatas dan bisa tampil sangat cantik di pesta itu. Sebenarnya, aku sangat ingin merayakan ulang tahun ke-17, tapi, aku berpikir, bahwa uang sebanyak itu, bukankah lebih baik disiapkan untuk keperluan mendadak. Dan jujur, aku cukup lega dan merasa telah melakukan sesuatu yang tepat, setelah mengetahui biaya operasi papaku seharga ratusan juta lebih. Setidaknya uang yang ada digunakan dengan sangat bijak.

Semakin banyak aku melihat sesuatu, semakin besar aku menekan diriku untuk memberikan padaku apa yang aku inginkan~

Wednesday, November 10, 2010

Mengalah

Keras kepala adalah satu kata yang menggambarkan diriku. Untuk masalah ego, sebenarnya aku punya ego yang cukup besar juga, walaupun setiap kali aku selalu membuang egoku untuk membahagiakan orang lain. Aku gampang sekali ngambek dan marah dan butuh waktu yang cukup lama untuk mengembalikan perasaanku menjadi netral seperti semula.

Hari ini, karena suatu hal, aku merasakan kembali kekerasan hatiku dan egoku. Bahwa aku sebenarnya tak perlu melakukan sesuatu karena memang bukan aku yang seharusnya melakukan sesuatu. Tapi, hari ini, aku sadar, dan menekan semua kekerasan kepala dan hatiku, mengalah, dan melakukan sesuatu yang sebenarnya tak pernah kulakukan sebelumnya.

Dulu, ketika aku sedang marah kepada seseorang, atau ngambek, aku akan diam dan tak akan pernah mengajaknya bicara, sebisa mungkin aku akan menghindari berbicara dengannya. Dan biasanya baru kembali netral ketika orang itu mengajakku bicara terlebih dahulu.

Mamaku sepertinya sudah tau pasti tentang hal ini. Biasanya setelah marahan besar beliau akan berbicara padaku seperti biasa, walaupun tanggapanku sangat dingin di awal pembicaraan. Pernah suatu kali, kami bertengkar hebat, dan mamaku berkata beliau tak akan mengurusiku lagi. Dan seperti apa yang beliau katakan, sejak hari itu, aku benar-benar tak di anggapnya. Bangun pagi ya aku bangun sendiri, tak di bangunkan seperti biasanya, beliau juga tak pernah mengajakku bicara beberapa hari. Aku bingung, kenapa mamaku berubah, dan aku tak pernah berpikir apa yang beliau katakan benar-benar beliau lakukan. Aku sedih dan hanya bisa menangis setiap mengakhiri satu hari di kamarku. Kemudian aku benar-benar mulai tidak betah dengan kondisi yang ada dan terus menerus memulai komunikasi dengan beliau. Ketika mamaku mulai kembali seperti sebelumnya, aku sangat bahagia dan terharu sekali.

Mungkin, sekarang saatnya bagiku untuk mulai melunakkan kekerasan hati dan kepalaku, belajar untuk mengalah dan mengurangi sedikit demi sedikit sifat burukku. Memang tidak mudah, dan aku harap aku bisa benar-benar melakukannya.

Friday, November 05, 2010

Wanita

Seorang wanita, semakin susah didapatkan, semakin wanita itu dihargai. Dan laki-laki yang serius, tetap menunggu walaupun banyak hal sulit yang terjadi dan harus dihadapi.

Kata-kata yang langsung masuk dipikiranku setelah mendengarnya. Mungkin ada benarnya juga, tapi, sepertinya pemikiran laki-laki tak semua seperti itu. Bahkan banyak yang justru beranggapan bahwa wanita yang susah didapat adalah wanita yang sok jual mahal.

Serba salah. Terlalu gampang dibilang murahan, terlalu susah dibilang sok jual mahal. Menurutku, laki-laki itu lebih gampang, kalau suka, tinggal deketi dan ngomong. Aku, sudah berulang kali menunggu, dan hanya bisa menunggu, tak lebih. Menunggu benar-benar sesuatu yang paling melelahkan, tapi aku tak punya keberanian melakukan lebih dari itu.

Kadang, lucu juga. Apa ia aku gampang di tebak waktu suka orang, banyak yang bilang gitu. Bahkan banyak orang tau aku suka sapa walaupun aku tak pernah bercerita. Tapi orang yang aku suka tak pernah sadar aku suka mereka. Aneh tapi benar-benar terjadi.

Dulu, ada seorang guru bertanya padaku, lebih suka dicintai atau mencintai, aku bilang padanya, aku lebih suka mencintai, karena dicintai adalah suatu tekanan bagiku bila aku tak bisa membalasnya. Tapi, saat ini, aku mulai merasa, dicintai jauh lebih membahagiakan, apalagi bila dicintai dengan serius.


Sunday, October 31, 2010

Minggu, 31 Oktober 2010

Aku tak habis pikir kenapa aku begitu cengeng. Kadang aku jadi sangat kesal pada diriku sendiri karena terlalu cengeng. Memang tak mungkin dalam sebulan atau seminggu aku selalu cengeng, biasanya setelah cengeng selama beberapa hari, aku bisa menanggapi omelan dan peristiwa-peristiwa dengan cukup tegar, tapi setelah cukup lama aku jadi kembali cengeng dan gampang menangis lagi. Hal itu seperti siklus, yang terus berulang dalam hidupku. Hanya saja aku benar-benar jadi sangat capek, ketika pada waktunya sedang sangat gampang sedih, kemudian masih harus menangis hingga lega.

Cukup susah bagiku, untuk menghentikan air mata ketika sudah menangis, bahkan aku bisa menangis hingga 3 jam dengan sela untuk menghirup napas dan membuang ingus. Aku paling tak bisa bertemu dengan orang terdekatku ketika sedang dalam kondisi cengeng, karena hanya dengan melihat mereka ada, cukup untuk membuatku menangis tanpa dapat ku kendalikan. Aku paling tak bisa, menjelaskan alasanku menangis, ketika sedang menangis dan belum lega, bercerita ketika aku masih belum lega justru membuatku menangis lebih parah ...

Haah, itulah alasan aku agak merasa diriku aneh, terlalu rapuh? Aku tak tau pasti, yang aku tau selama ini aku tak pernah menangis sebanyak ketika aku dewasa. Di SD sepertinya aku tak pernah menangis sama sekali, ketika SMP, aku menangis 1 kali waktu kelas 3. Waktu SMA, di setiap tahun ajaran aku selalu pernah menangis minimal 1 kali. Waktu kuliah ini, sepertinya air mataku keluar hingga 50 kali lebih sering daripada masa dulu. Membuatku jauh lebih banyak mengeluarkan energi.

Thursday, October 14, 2010

Liburan

Mmm, akhirnya UTS selesai juga. Aku harap, nilai yang keluar akan membahagiakanku.
Aku libur hari ini, mencoba mencari kesibukan untuk dikerjakan. Aku sedang gila nonton lagi, setelah beberapa hari yang lalu membeli dvd seri-an. Untunglah kegilaanku baru mulai muncul setelah tes mekanika bahan, walaupun malam sebelum UTS itu aku juga menyempatkan diri untuk nonton 2 episode =D

Menyenangkan sekali hidup ini. Aku selalu punya suatu ide yang ingin ku lakukan. Aku selalu punya khayalan yang menemaniku di hari-hariku ...

Oya, aku rasa, aku terlalu sering menangis. Aku menyadari hal ini, setelah melihat wajahku, aiyooo, betapa besarnya bendolan di bawah mataku =(
Aku tau menangis bukanlah satu hal yang baik. Aku tau, itu mungkin bisa membutakan mata. Tapi, aku benar-benar tak tau apa yang harus kulakukan selain menangis, karena, menurutku aku bisa sangat jahat bila melampiaskan segala sesuatu dengan hal selain menangis. Dan aku harap aku tetap menjadi seorang cengeng yang baik daripada seorang tegar yang jahat =(

Yah, sekarang aku punya beberapa hari untuk refreshing sejenak setelah beberapa lama menghabiskan waktuku untuk belajar dan belajar ... =)

Tuesday, October 12, 2010

Start of Somethin' New

Yah, kehidupan baruku dimulai, dengan rutinitas-rutinitas baru. Tak ada yang lebih membahagiakan dari ini ...

Teman baru, bagiku itu suatu anugerah yang luar biasa, bisa menemukan teman-teman yang begitu baik. Aku tak terlalu berharap banyak pada mereka semua, yang jelas aku bahagia akan hidupku, setiap hari yang kulalui, aku selalu berusaha untuk menjadikannya sebagai suatu kebahagiaan, bukan karena suatu paksaan dan keharusan, tetapi itulah caraku menghargai hidupku, karena aku masih boleh bernapas hingga detik ini, karena aku masih bisa melihat kedua orang tuaku, sahabatku tercinta, teman-teman baru yang peduli padaku, dan semua orang yang hadir dalam hidupku selama ini, yang ternyata jauh lebih berharga dari yang kupikirkan sebelumnya ...

Sunday, August 15, 2010

Mobil vs Motor

Aku bisa mengendarai keduanya, mobil dan motor. Bukan satu hal yang sulit bagiku, dan aku pernah mengalami kecelakaan dengan keduanya, pernah trauma, tapi aku sudah bisa menghilangkan trauma itu menjadi lebih baik sekarang.

Dan, sebenarnya aku ingin mengendarai sepeda motor ke kampus, ketika hari senin sore aku harus ke kampus untuk mengikuti kelas studio autocad. Dan, pengalaman pertama ku masuk studio itu dengan mengendarai mobil adalah bahwa aku terjebak di jalan hingga 1,5 jam, bukan waktu yang sedikit untuk dihabiskan sia" di dalam mobil yang menyala tapi diam di tempat.

Akhirnya hari jumat sore aku memutuskan ingin naik motor supaya tak lagi terjebak 1,5 jam sia" di jalan lagi, tapi mamaku tak menyetujuinya, dan aku, tak akan pernah pergi tanpa restu orang tua, akhirnya aku pergi dengan mobil. Cukup lancar tapi hari itu, karena mungkin awal-awal puasa.

Tetapi, sepertinya mamaku tak akan pernah mengijinkanku ke kampus dengan motor lagi, entahlah ada banyak hal dan banyak alasan.

Dulu aku pernah pergi bermotor ke tempat yang cukup jauh, sekitar 15 menit dari rumahku, dan bagian terjauh yang pernah ku tempuh dengan motor adalah kampusku, ketika mobilku masuk bengkel setelah tanpa sadar ku tabrakkan ke dinding parkiran kampusku hingga kaca belakangnya hilang tak berbekas. Dan itu berlangsung sekitar 2 hingga 3 hari. Aku mengendarai sepeda motor ke kampus.

Tetapi, setelah beberapa hari itu pula, mamaku di beri tahu oleh seorang saudara bahwa aku tak seharusnya bermotor ke kampus, apalagi aku cewe. Karena taruhannya adalah nyawa, selain itu, akhir-akhir waktu itu, banyak sekali disiarkan di radio bahwa banyak orang bermotor yang tewas terlindas truk besar. Ditambah lagi, jalan raya depan rumahku adalah jalan yang rawan sekali terjadi kecelakaan, hampir tiap tahun memakan banyak korban.

Aku tau ini pilihan terbaik yang bisa diberikan mamaku, melihat aku adalah satu-satunya anak perempuan yang orang tuaku punya, dan yang juga memiliki satu tanggung jawab tertentu untuk menyelesaikan banyak hal. Hhh, tapi aku harus siap untuk menghabiskan waktuku ketika macet tak bergerak lagi, mungkin aku akan menyiapkan bacaan di mobilku. Hehehe ...

Sunday, August 01, 2010

Watching Movie

Yah, beberapa hari ini aku menghabiskan waktuku untuk melihat film. Film romance tentunya. Entahlah aku sedang ingin merasakan perasaan melayang-layang dan berbunga-bunga efek dari melihat film itu.

* Confesion of A Shopaholic
* A Walk To Remember
* Dear John

Mungkin suatu saat nanti aku akan menceritakan masing-masing judulnya. Karena saat ini aku sedang tak punya banyak kata-kata untuk berkomentar dan itu artinya sedikit tak berguna menceritakan sedikit-sedikit tiap judulnya ...

Saturday, July 24, 2010

Two in me? Me and My Guardian Angel?

Aku rasa, ada dua pribadi didalam diriku. Yang satu, entahlah, sepertinya itu diriku yang sebenarnya, sosok yang lemah, penuh emosi, dan sangat mudah sedih, penuh dengan keingin tahuan. Yang satu, mungkin aku bisa menyebutnya sebagai my guardian angel. Karena, aku rasa ia selalu mencoba menghindarkanku dari hal-hal yang membuatku tak nyaman.

Ketika ada suatu masalah, begitu beratnya, aku benar-benar dalam keadaan yang cukup parah, dan saat itu, aku merasa ada yang menghibur dan menenangkanku.

Masalah ada situs yang tak seharusnya aku lihat karena akan membuatku benar-benar tak nyaman, aku benar-benar tak bisa menahan diriku untuk membuka situs itu dan melihat banyak hal, aku tahu itu akan membuatku tak nyaman tapi aku tak bisa menahan diriku untuk membukanya, dan, aku berencana untuk menghilangkan semua histori yang ada di laptopku, menghilangkan sebuah note yang memuat alamat-alamat itu. Dengan keadaan dua pribadi dalam diriku, jujur, benar-benar cukup susah. Aku yang sebenarnya benar-benar keras kepala dan akan melakukan apapun agar tetap bisa melakukan apa yang ingin aku lakukan.

But, yah, aku berhasil melakukannya, atau lebih tepatnya pribadiku yang satunya. Tanganku begitu susah digerakkan untuk memencet tombol dan mencari. Bahkan, setelah dihapus, sepertinya aku salah menghapusnya sehingga aku harus memastikan lagi semua itu telah hilang, aku melakukannya sangat cepat, setelah menghapus note, tentu saja itu tak akan langsung hilang tanpa bekas, note itu masih tersimpan di dalam recycle bin dan aku harus menghapusnya dari sana, sebelum pribadiku yang sebenarnya memutuskan untuk merestore kembali note itu. Dan yah, aku berterima kasih, kepada, sesuatu yang disebut Tuhan,karena aku berhasil melewati semuanya, dan aku berhasil melakukan sesuai yang aku inginkan. Sekaran, yang harus aku lakukan adalah menyimpan alamat itu dalam memori bawah sadarku, atau bila aku bisa, menghapusnya dari ingatanku. Aku tak akan berusaha menghapusnya mati-matian karena itu justru membutku ingat. Tetapi aku akan memikirkan banyak hal lain, hingga akhirnya aku melupakannya, seperti aku melupakan nomer hpku yang hilang beberapa tahun yang lalu.

Wish me luck so i can do everything that I wanna do next =)

Friday, July 23, 2010

My Father

Orang yang aku sayangi, setelah nenekku adalah papa. Beliau selalu menjadi sandaranku ketika aku butuh seseorang. Tetapi itu tak lama, ketika aku beranjak dewasa, papaku sudah tak terlalu suka menghadapiku. Mungkin aku terlalu melankolis dan itu sedikit mengesalkan?

Dan aku rasa, sejak itulah aku mulai menjadikan teman sebagai sandaranku. Karena, dengan mamaku, entah kenapa kami selalu berbeda pendapat, dan akhirnya selalu marahan. Dengan kokoku, dia jarang sekali ada di rumah, kadang pergi basket, futsal dsb. Apalagi sejak kokoku punya pacar, satu kata dalam sehari belum tentu ada di antara kami. Aku kadang sedikit iri pada keluarga yang masih ada komunikasi antar anggota keluarganya, walaupun tak antara semuanya, setidaknya dari situ, bisa menceritakan apapun yang dia rasakan. Aku selalu mendambakan satu keluarga yang penuh dengan komunikasi. Kadang aku bingung pada mamaku, ketika aku tak berbicara sama sekali, beliau akan bertanya mengapa aku tak pernah bercerita, ketika aku menceritakan sesuatu, beliau berkata tak ada waktu untuk mendengarkan ocehan yang tak berguna. That's wad i feel about, pengalamanku yng ingin aku ceritakan karena aku ingin membaginya, tapi di keluargaku itu satu hal yang tak perlu diceritakan.

Beberapa hari yang lalu, aku benar-benar hilang sandaran dan aku menangis di bahu papaku, papaku diam beberapa saat kemudian setelah itu beliau bertanya apa yang terjadi padaku, tetapi aku tak pernah mengatakannya. aku hanya butuh sandaran untuk beberapa saat dan itu lebih dari cukup. Dan aku tak tahu, penyakit apa yang sebenarnya ada dalam dirinya. Yang membuatnya tak berhenti cegukan setiap hari, bahkan sepanjang hari. Diabetes, maag akut, apapun itu, aku tak tahu kenapa belum ada dokter yang bisa mengetahui dengan pasti alasannya. Yang aku tahu, papaku bertambah kurus dari yang dulu, dan lebih lemah. Aku inginkan yang terbaik untuknya, tetapi aku seperti seorang anak durhaka yang tak melakukan apapun untuknya.

Thursday, July 22, 2010

I Need A Transformation

Aku rasa aku sudah keterlaluan, dan aku merasa sifatku benar-benar perlu banyak dirubah. Aku rasa menginap di vihara dan belajar menjadi biksu bisa menenangkanku. Tapi, tentu saja orang tuaku tak akan menyetujui ide gila itu.

Kemarin aku terlalu kalap, begitu gilanya perasaan itu mencekamku, sampai aku berpikir, mungkin jika aku punya lebih banyak keberanian, aku akan memotong urat nadiku, menikam jantungku, atau meneguk racun agar segera mengakhiri semuanya. Dan menangis memang cara terbaik untukku agar bisa melupakan segalanya, setidaknya dengan menangis selama satu jam, itu seperti menguras ember yang telah penuh dengan banyak perasaan hingga kosong. Dan akan kembali menjadi ember yang kosong dan siap diisi apapun. Tapi aku tahu, itu bukan satu hal yang bisa aku lakukan seumur hidupku, karena itu satu hal yang akan sangat sulit dilakukan. Yang harus aku lakukan adalah mengubah itu, atau mencari cara lain untuk menghadapinya menjadi lebih baik.

Mengingat betapa wajahku benar-benar tak bisa mengungkapkan perasaanku, hanya mataku satu-satunya yang bisa menunjukkan semuanya. Kebanyakan akan berpikir bahwa aku seorang wanita yang pintar sekali akting, hanya karena aku cengeng? Suatu pemikiran aneh, yang memang masuk akal karena banyak sekali artis yang bisa menangis dalam aktingnya, but i'm just an ordinary girl, not an artist ...

Sunday, July 18, 2010

Realized

Aku mulai sadar tentang satu hal dalam diriku. Thanks buat somenone yang buat aku menyadari satu hal ini. Begitu membaca kata-katamu, aku seperti disadarkan bahwa aku salah.

Aku jadi tau, aku tak bisa selalu menganggap diriku sebagai orang lain dengan sifat asliku, yang sensitif dan berlebihan. Karena aku tau, tak semua orang sepertiku. Tak semua orang punya cara pikir dan cara merasakan sesuatu sepertiku.

Satu hal lagi yang akan menuntunku menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan sepertinya aku membutuhkanmu untuk menyadari banyak hal =)
Tolong bantuannya yah XD

Friday, July 16, 2010

The Fact 'bout Me is That I'm Nothing ...

Sepertinya, aku salah, merasa berharga untuk orang lain.
Sepertinya, aku salah, merasa bahwa banyak yang senang bersama denganku.
Sepertinya ada yang salah ketika aku merasa bisa menjadi seseorang untuk orang lain.

I'm just nothing, noone ...
Tak seharusnya bersama siapapun ...

Apa ia?
Seperti itukah bersama denganku?
Yah, aku masih menunggu jawaban dari beberapa orang untuk hal ini, walaupun aku sudah mendapatkan beberapa jawaban yang bisa menjadi bukti, bahwa bersama denganku hanya membuang waktumu untuk satu hal yang sia-sia. Mengetahui kenyataan bahwa sebenarnya, kalian tak benar-benar bahagia ketika bersama denganku, cukup untuk meyakinkanku bahwa aku benar-benar seseorang yang sangat buruk, walaupun pada akhirnya, kalian tetap ada disampingku, atau benar-benar pergi dari hidupku ...

Aku tau, satu hal yang bisa aku lakukan adalah mengubah diriku, and I'll try to make some change ...

Like a Little Puppies

Aku tak seperti kebanyakan remaja putri, yang sering pergi bersama teman-temannya ke mall untuk jalan-jalan. Aku termasuk seorang anak rumahan. Mungkin itu juga yang menjadi salah satu faktor aku tak terlalu suka berhadapan dengan banyak orang.

Hari ini, aku pergi ke bank untuk menyetor giro. Yah, untuk pertama kalinya. Mamaku sudah menuliskan semuanya dan yang perlu aku lakukan adalah datang dan menyetorkannya. Ternyata ada yang belum ditulis, dan aku lupa bawa bulpoin. Di tempat setornya penuh dengan orang=orang yang sedang menuliskan slip setoran. Aku melihat seorang bapak yang membawa bulpoin di kantongnya. Setelah berpikir, dan memberanikan diri, aku mendatangi beliau dan berkata, "Pak, bisa pinjam bulpoinnya sebentar?" Dan untungnya dipinjami, setelah berpikir sekitar 2 detik. Satu masalah selesai, tapi ada satu masalah baru yang harus kuhadapi, kenapa tutupnya nda bisa di buka yah =___="

Aku, sudah biasa memakai bulpoin biasa, seperti standart, pilot, faster dan sebagainya, but not a parker ... Aiyo, aku coba tarik tutupnya seperti bulpoin biasa, nda bisa, aku putar, koq nda bisa juga yah?, akhirnya aku bertanya ke orangnya, "Bukanya gimana ya pak?" *blushing* aih, malu pol >__<

Bapaknya bilang, "Ditiup" (hah? ditiup?), kemudian seperti yang telah kulakukan, hanya ditarik biasa (duh tadi koq nda bisa yah?)

Duh, malu-malu, aku ambil lagi bulpoinnya, lalu aku kembali menulis yang kurang, setelah selesai, aku kembalikan ke orang itu. Dan berkata terima kasih.

I just like a little puppy, ketakutan, kebingungan. Badanku seolah beku, dingin seperti es ketika berada dengan banyak orang disekitarku. Aku tak tau alasannya, yang aku tau, aku benar-benar takut pada manusia, dengan segala hal yang bisa manusia rasakan. Just like a poison for me, when I know that somebody feel something to me. Even if they won't hurt me with anything.

Tuesday, July 13, 2010

I Appreciate My Life

Hidup tak selalu dalam kebahagiaan, tak selalu dalam kesedihan. Ada banyak bagian didalamnya. Life is like a puzzle. Ada banyak bagian di dalamnya yang harus disusun. Dan tak akan bisa menjadi suatu hidup yang sempurna bila ada bagian yang hilang.

Aku menghargai hidupku dengan segala hal yang ada didalamnya. Ada banyak sekali kesalahan yang aku lakukan dalam hidupku, tapi, itulah puzzle yang aku pilih. Banyak sekali hal yang masih harus aku usahakan untuk orang-orang tercintaku. Masih banyak yang harus aku pelajari untuk menjadi wanita yang dewasa dan mandiri.

I just know, my ancestor give protection in me. Aku akan selalu bangkit kembali ketika aku jatuh, dan aku akan selalu tau mana yang harus aku pilih. Tapi, kadang aku salah memilih.

I have an almost perfect life, and I am really greatful with everything in my life.

Monday, July 12, 2010

About the word "Sorry"

Sorry, hanya satu kata, tapi punya makna yang sangat dalam bila dkatakan dengan ketulusan. Tapi, jika kata itu dikatakan tanpa ketulusan, tak ada makna di dalamnya.

Kata maaf, aku yakin itu cukup mewakili banyak kesalahan bila dikatakan dengan ketulusan yang paling dalam, dan benar-benar tulus, bukan karena ada keinginan di dalamnya. Cerita fiksi, aku cukup banyak membaca yang seperti itu. Dan aku yakin pasti, dulu dan sekarang, jauh lebih mudah bertemu orang tulus di jaman dahulu. Aku tau ketulusan bukanlah satu hal yang bisa dipahami, dimengerti dan ditanamkan di dalam diri hanya dalam waktu satu hari. Butuh proses didalamnya, agar ketulusan yang ada benar-benar suatu hal yang sungguh-sungguh, bukan hanya suatu ketulusan sesaat.

Jujur, bagiku kata maaf tak cukup bila hanya diucapkan dengan kata. Perlu ketulusan didalamnya, yang berarti bahwa dalam satu ucapan itu terdapat suatu keinginan untuk memperbaiki apa yang telah terjadi dan itu berlaku seterusnya.

The word "sorry" had a deep meaning if it is said with sincerity ...