Showing posts with label Dream. Show all posts
Showing posts with label Dream. Show all posts

Thursday, September 01, 2011

I Think I Should Live In The 18th Century

Ini bukan pertama kalinya aku ingin hidup di abad 18. Segala sesuatu tampak lebih sesuai denganku di abad itu. Cerita cinta klasik, bagaimana seorang pria tergila-gila pada seorang wanita, dan dengan segala cara mengupayakan yang terbaik untuk wanita tersebut. Wanita-wanita dengan gaun mengembang, hiasan topi dan renda di rambut, kereta kuda yang dinaiki untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, bukankah itu sangat mengagumkan?

Cara seorang pria memperlakukan wanita begitu mempesona. Mungkin pengaruh tempat juga mempengaruhi. Dan aku rasa, tempat yang benar-benar membuatku bahagia adalah hidup dalam keluarga menengah ke atas di Eropa pada abad ke-18. Tak ada yang lebih membahagiakan daripada hal itu. Menghadiri pesta dansa, memakai gaun berenda, berkuda, berjalan-jalan di jalanan berpasir yang masih penuh dengan tumbuhan hijau, segalanya begitu menyenangkan. Dan aku rasa aku bisa menghabiskan banyak waktu untuk menikmati keindahan dunia, merenung, membuat puisi, bersajak dan bersenandung, menciptakan lagu yang mengalun di dalam diri karena perasaan yang luar biasa. Dan aku rasa aku akan banyak bertemu pria yang sesungguhnya, yang selalu berusaha lebih baik dari wanita. Walaupun aku tau, tetap ada cukup banyak pria brengsek juga.

Saturday, August 27, 2011

Going Around The World

Mmm, tak tau pasti apa alasannya, dan mengapa aku ingin melakukannya. Aku mengubah rencana hidupku, ya, sekali lagi aku mengubahnya. Aku rasa aku ingin menghabiskan waktuku untuk pergi ke luar negri, bertemu dengan orang-orang dari negara lain, berteman dan menjadi sahabat mereka. Aku ingin tau bagaimana cara mereka berteman. Karena aku tau pasti cara berpikir mereka pasti berbeda dengan kita.

Tentu saja itu bukan hal yang mudah. Tapi aku benar-benar tak ingin menjadi katak dalam tempurung, seperti burung dalam sangkar. Aku ingin terbang bebas, melakukan apa yang aku inginkan, dan ini adalah salah satunya. Perlahan-lahan aku akan memikirkannya. Cara yang paling tepat untuk tetap bisa meneruskan pekerjaan orang tuaku tetapi tetap bisa melakukan apa yang aku inginkan.

Orang tua, pekerjaan mereka, ketakutanku, ya aku sudah menemukan 3 penghalang yang mungkin akan menahanku tetap di tempat ini. Berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk bisa memulai perjalanan ini? Kadang aku merasa waktu berjalan begitu cepatnya tanpa ada hal yang bisa diprediksikan. Tapi memang seperti inilah yang terjadi.

Mungkin seharusnya dulu aku belajar lebih rajin supaya bisa beasiswa ke luar negri, tapi itupun orang tuaku belum tentu mengijinkannya. Selalu ada batu sandungan setiap kamu berjalan, tapi bukan berarti kamu harus berhenti disana, karena walau bagaimanapun, jalan itu akan tetap disana, begitu juga dengan batu sandungan itu. Ketika kamu terjatuh karena batu itu, bangun dan tetap lanjutkan perjalananmu, karena jalan itu tetap disana, menuntunmu sampai ke tujuan. Yang terpenting adalah bagaimana dirimu, apakah kamu akan tetap diam disana, meratapi satu batu sandungan kecil yang berhasil menjatuhkanmu, atau melewatinya dan tersenyum melanjutkan perjalanan yang ada, berterima kasih pada batu kecil yang memberi satu pengalaman baru dalam hidupmu, membuatmu menjadi lebih dewasa dan bijak dalam melakukan sesuatu.

Sunday, July 18, 2010

3 Desember

Aku sedang berbelanja, disebuah mini market. Aku tak benar-benar tahu apa yang ingin aku beli, kenapa aku bisa ada di sini. Yang aku tahu, aku benar-benar ingin mandi sekarang. Aku mengambil sabun mandi dan sampo dari raknya. Berjalan menuju ke kamar mandi di mini market itu, bersiap untuk mandi, ketika kusadari aku sudah tak berbusana sama sekali. Oh my God, bagaimana bisa tiba-tiba bajuku menghilang dan aku ada disini tanpa busana? Segera aku berlari ke rak handuk dan mengambil satu untuk menutupi badanku. Yah, aku melihat ada dua orang pria di kasir yang terkaget-kaget melihat kondisiku yang hanya memakai handuk, tetapi mereka tetap tenang, seperti mengerti bahwa aku akan mandi disitu.

Ketika aku keluar, aku telah mengenakan pakaian santai, kaos dan celana selutut. Segalanya baik-baik saja, hingga kudapati seorang tante-ku, menelepon mamaku dan mengatakan bahwa aku membeli baju di toko online. Aku tak pernah benar-benar melakukannya, tapi aku pernah sekali ingin membelinya. Dan aku binggung, apakah aku benar-benar memesannya. Aku marah dan menangis, karena tanteku memberi tahu mamaku tentang hal itu. Padahal aku berusaha menyembunyikannya karena mamaku tak akan setuju aku membeli baju di toko online. Ketika aku menangis, aku disadarkan, hari ini hari ulang tahunku.

Aku kembali binggung, mencoba mencerna semuanya. Bukankah kemarin masih bulan Juli? Bagaimana bisa sekarang hari ulang tahunku? Segera aku menuju kalender disana, dan benar, sekarang hari ulang tahunku. Aku semakin sedih, menangis sekencang-kencangnya. Bagaimana bisa aku melewati hari ulang tahunku dengan penuh tangisan lagi, setelah melewati ulang tahunku di tahun sebelumnya dengan menangis?

Beberapa saat kemudian, mamaku datang dan mulai akan memarahiku, tapi sebelumnya aku telah mengatakan alasanku. Aku ingin punya satu jaket yang tebal (aneh, padahal aku tak pernah sekalipun menginginkannya), dan smua teman-temanku masing-masing sudah punya. Satu hal yang tak aku sangka adalah ketika paket itu datang, tak hanya satu jaket, justru seperti orang yang mengambil stok dagangan. Ada 3 jaket besar disana.

Sesaat kemudian aku bangun, dan menyadari bahwa aku benar-benar menangis dalam mimpiku tadi, dengan bekas air mata dipipi dan mata yang agak bengkak.
Unbelievable ...