Jika sebuah cerita harus mempunyai akhir, aku berharap nda pernah ada akhir bahagia. Karena ketika ada akhir bahagia, itu artinya akan ada akhir yang menderita.Cerita yang tak pernah berakhir jauh lebih menyenangkan daripada cerita dengan adanya sebuah akhir.
Aku tak pernah takut jika ditinggal teman-temanku. Mungkin karena aku pernah merasakan hal itu. Aku jadi tak terlalu sulit untuk berjalan sendirian. Tetapi, awalnya selalu susah. Ketika sebelumnya selalu ada orang yang bisa di ceritai, akhirnya tak ada sama sekali.
Aku ingin menjadi seseorang bagi seseorang. Benar-benar hanya dia dan aku. Karena dengan begitu, ketika aku ada masalah, hanya dialah yang akan ku tuju dan akan selalu ada untukku dan begitu pula sebaliknya. Aku yakin, orang yang bisa bersamaku seterusnya adalah org yang menjadikanku satu-satunya. Dan menjadikan dirinya satu-satunya untukku.
Aku tau aku orang yang gampang sekali bosan. Itu satu kelemahan dan aku tau itu. Tapi aku akan mencoba untuk belajar arti kesetiaan. Mencoba memahami arti cinta yang sebenarnya. Aku tak mengerti cinta, ku akui hal itu.
Aku selalu ingin memberi yang terbaik, bagi orang yang memberiku terbaik. Mungkin bagi mereka itu hal yang biasa, tapi bagiku itu sungguh suatu hal yang sangat besar .. Dan jika ada orang yang menjadi orang itu, aku akan memberikan yang terbaik yang bisa aku berikan.
Aku tak tau apa yang membuat orang tergila-gila padaku. Aku tak tau segila apa perasaan itu tapi aku sering sekali merasa ketakutan karenanya.
Akan lebih baik bagiku untuk tidak mengetahui perasaan orang lain padaku karena jujur itu membuatku sangat ketakutan. Apalagi jika aku tau seberapa gilanya dia padaku. Sama menakutkannya dengan berjlan di jalan yang sepi orang dan rawan perampok bagiku.
Aku tak punya seseorang yang akan dapat kuceritai setiap masalahku. Aku jauh lebi suka menuliskannya. Karena aku sendiri tak tau benar inti pembicaraan yang aku ungkapkan karena selalu bercabang pada banyak hal.
Terlalu banyak hal yang ingin ku ceritakan, terlalu sedikit orang dan waktu yang bisa di pakai untuk menceritakannya kepada orang lain, dengan bahasa dan cara berceritaku yang cukup aneh bagi banyak orang.
Yang ku tau, aku hanya membicarakan apa yang ingin ku katakan, apapun itu dalam sebuah tulisan. Karena aku ingin bercerita dan hanya diriku sendiri yang bisa menampung semua dan engerti dengan baik walaupun caraku rumit.




